Majelis Ta’lim Usuluddin Ar-Ridha Al-Banjari Gelar Isra Mi’raj dan Haul Guru Sekumpul ke-17

Banjarmasin, KP – Bulan Rajab merupakan salah satu bulan istimewa bagi umat muslim, khususnya masyarakat di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Tak hanya memperingati Isra Mi’raj, juga menggelar haul KH Muhammad Zaini Abdul Ghani atau Guru Sekumpul.

Peringatan dua momen besar ini digelar di berbagai tempat, terutama di Kalsel, termasuk di Kabupaten Barito Kuala.

Hal ini merupakan bukti kecintaan masyarakat Kalsel terhadap sosok ulama kharimastik Guru Sekumpul yang wafat pada Rabu, 10 Agustus 2005 atau bertepatan 5 Rajab 1426 Hijriyah silam.

Tek terkecuali dengan warga Komplek Cakra Indah, Desa Semangat Dalam, Kecamatan Alalak Barito kuala bersama jemaah Majelis Talim Usuluddin Ar – Ridha Al – Banjari yang dipimpin oleh Guru H Ahmad Ali Arridha Hasan Al -Banjari, yang menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 Hijriyah sekaligus Memperingati Haul ke-17 Syekh Muhammad Zaini Bin Abdul Ghani (Guru Sekumpul) .

Karena masih pandemi Covid-19 dan adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), para jamaah diingatkan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (prokses).

Acara dimulai selepas shalat Dzuhur, diisi pembacaan syair maulid dan pembacaan ayat suci Alquran. Kemudian, dilanjutkan dengan tausyiah yang disampaikan Guru Ahmad Sarbaini ( Guru Amat pal 8).

“Peringatan haul Guru Sekumpul ini dirangkai dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Yang pasti, kami menerapkan protokol kesehatan, karena setiap jamaah yang datang diwajibkan untuk itu,” kata Rasid, Ketua Pelaksana Isra Miraj dan Haul Guru Sekumpul ke-17 dari Majelis Taklim Asaduddin.

Kai Slamet, salah satu jamaah yang hadir, mengatakan, ingin mengenang kiprah hidup ulama besar Kalsel, Guru Sekumpul.

Berita Lainnya
1 dari 4.932
loading...

“Kami sekeluarga sengaja datang ke peringatan Isra Mi’raj dan haul Guru Sekumpul ini, karena bukti kecintaan kami kepada Nabi Muhammad SAW dan ulama Banua,” ujarnya.


Menurut dia, selain mendengarkan tausyiah seputar peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, juga menyimak perjalanan hidup atau manaqib Guru Sekumpul.

Pengasuh Majelis Ta’lim Majelis Talim Usuluddin Ar- Ridha Al yang dipimpin oleh Guru H Ahmad Ali Arridha Hasan Al -Banjari itu menguraikan, dalam perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW banyak rintangan dan tantangan dan Isra Mi’raj adalah tonggak sejarah bagi proses penyempurnaan risalah yang diterima Rasulullah SAW. 

Sementara itu, Guru Amat dalam tausyiahnya, mengatakan, peringatan Isra Miraj 1443 Hijriyah dapat membentuk karakter seorang mukmin yang beriman, bertaqwa, amanah, dan selalu meneladani sifat dari Rasulullah Muhammad Sallallahu Alaihi Wassallam.


“Shalat merupakan perintah Allah SWT kepada Nabi kita Muhammad SAW saat melakukan Isra Miraj, dan ini dapat kita amalkan dengan baik sebagai bentuk wujud keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW, nabi akhir zaman,” ujarnya

Guru amat juga menyarankan setiap umat Islam untuk mencintai Rasulullah SAW dengan memperbanyak membaca shalawat serta menjalankan segala ajaran-ajaran beliau.

Mengingat, lanjutnya, Allah SWT dan malaikat sendiri senantiasa bershalawat kepada Rasulullah SAW.

“Oleh karena itu mari menjadikan shalat sebagai penghibur, solusi maupun sarana bagi kita dalam berinteraksi dengan Allah SWT, baik di saat susah maupun senang, gelisah atau pun bahagia,” terangnya

Acara ditutup dengan tahlil dan zikir bersama serta doa haul untuk para guru-guru agama khususan Muhammad Zaini Abdul Ghani atau Guru Sekumpul serta muslimin muslimat. (KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya