Rugikan Korban Milyaran Rupiah, Bandar Arisan Online Mendekam di Mapolresta Banjarmasin

Banjarmasin, KP – Penipuan melalui media sosial (medsos) dengan modus arisan online kembali terjadi di Kalimantan Selatan. Ironisnya, pelaku diketahui merupakan istri seorang anggota polisi yang bertugas di Polresta Banjarmasin.

Diduga pelaku berinisial RAS sebagai bandar arisan online melalui akun Instagramnya mengimingi-imingi para korban dengan keuntungan 30 persen.

Dengan tawaran yang menggiurkan, alhasil, banyak yang bergabung ikut anggota arisan online tersebut, hingga total kerugian para korban ditaksir mencapai Rp5 M lebih.

RAS melakukan aksinya sejak tahun 2017 lalu. Pelaku pun dibekuk Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Banjarmasin pada Minggu (20/2/2022) malam.

Tercatat jumlah korbannya sebanyak 126 orang. Bahkan, tak hanya warga Banjarmasin dan sekitarnya, ada pula korban berasal dari Jakarta.

Direktur Reserse Kriminal (Direskrimum) Polda Kalsel, Kombes Pol Hendri Budiman, melalui Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Moch Rifa’i, mengatakan pihaknya akan melakukan investigasi gabungan dengan Satreskrim Polresta Banjarmasin dalam mengusut kasus itu.

Berita Lainnya

Pelaku Dugaan Penipuan Arisan Online Diamankan

Artis Senir Dorce Gamalana Tutup Usia

1 dari 2
loading...

“Sekarang kasusnya diambil alih Ditreskrimum Polda Kalsel agar tidak terjadi kecurigaan oleh pelapor,” kata perwira senior di Polda Kalsel ini kepada awak media di Banjarmasin, Senin (21/2/2022).

Kombes Rifa’i memastikan Ditreskrimum Polda Kalsel juga melakukan pendalaman terhadap suami pelaku. Sebab, suami EN diketahui merupakan seorang polisi yang bertugas di Polresta Banjarmasin.

“Kasus ini serius ditangani Ditreskrimum Polda Kalsel dan segera dikembangkan, diselediki dan disidik. Ini karena sudah menjadi laporan polisi dan sudah proses pidana, sehingga penyidikan dimulai hari ini,” tegas Rifa’i.

Ia memastikan jika ada korban lain yang ingin melapor bisa ke Polresta Banjarmasin atau ke Polda Kalsel.

“Untuk suami pelaku, kalau memang ada keterlibatannya dalam kasus ini, maka Bidang Propam Polda Kalsel akan turun tangan,” kata Rifai’i.

Ia memastikan kasus ini terus didalami, bahkan dikembangkan dengan menggali segala informasi terkait dengan aktivitas arisan online yang telah merugikan para korban hingga miliaran rupiah.

“Semuanya masih kita dalami. Nanti, jika ada perkembangan lebih lanjut akan diinformasikan ke publik,” pungkas Rifa’i. (vin/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya