Banjarbaru, KP – Kelompok Tani “Sumber Bahagia” melaksanakan panen perdana Padi Unggul, di Jalan Mistar Cokrokusumo, RT 10 RW 04, Kelurahan Bangkal, Kecamatan Cempaka pada.
Padi yang ditanam di lahan seluas enam hektare ini dipanen Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin, yang dilanjutkan syukuran dan ramah tamah dengan petani dan para penyuluh pertanian.
Aditya pun memberikan selamat atas panen raya ini, dan berharap agar petani lebih semangat dalam mengolah lahan untuk meningkatkan hasil pertanian di Kota Banjarbaru. Varietas yang dipanen ini merupakan jenis produk diantara varietas lokal dengan varietas luar, beliau berharap produk ini bisa menjadi produk unggulan.
“Ada beberapa varietas baru yang ditanam di Kota Banjarbaru, dan mudah-mudahan ini bisa jadi produk unggulan, dan produk yang ditanam hari ini adalah produk antara varietas lokal siam unus dengan varietas yang ada di luar kalimantan,” katanya.
Aditya juga berharap varietas baru ini bisa dikonsumsi oleh masyarakat yang sudah terbiasa dengan beras siam unus. “Mudah-mudahan masuk sebagai salah satu varietas yang bisa dikonsumsi oleh masyarakat Banjar, yang terbiasa dengan siam unus,” harapnya.
Beliau juga menjelaskan varietas ini salah satu manfaatnya bisa mencegah stunting dan Banjarbaru sebagai konsep perkotaan bisa mempertahankan lahan pertanian yang ada.
“Ini salah satu varietas yang bisa mencegah stunting, mudah-mudahan kita bisa meningkatkan produksinya, semakin banyak lahan bisa ditanam, dan Banjarbaru bisa mempertahankan lahan pertanian yang ada,” jelasnya.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman menegaskan, meski lahan pertanian wajib ada, namun di Banjarbaru tidak begitu luas.
“Diharapkan sektor pertanian semakin berkembang, terlebih Banjarbaru akan menjadi ibu kota Kalsel, yakni sebagai penyangga IKN yang berada di Kaltim,” katanya.
Para petani pun akan diberikan bantuan untuk optimalisasi lahan Kelurahan Bangkal seluas 25 Hektar.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Sumber Bahagia, Aspihani mengatakan, permasalahan utama yang dialami petani adalah air, karena hanya mengandalkan hujan untuk perairan lahan pertanian.
Menanggapi permasalahan tersebut, Pemko melalui Dinas PUPR setempat akan membuat perencanaan untuk mengatasi masalah perairan tersebut. (dev/K-7)















