Banjarmasin, KP – Capaian akseptor KB di Kota Banjarmasin dinilai cukup berhasil. Namun demikian upaya untuk mengantisipasi ledakan atau jumlah penduduk ini diminta untuk terus ditingkatkan.
” Dari laporan yang kami terima memang capaian akseptor KB di Kota Banjarmasin dinilai cukup berhasil, namun program nasional untuk mengendalikan meningkatnya jumlah penduduk ini haruslah terus ditingkat,” kata Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin Norlatifah.
Menurutnya kepada {KP} Selasa (22/3/2022), selain peningkatan jumlah akseptor KB hal lain perlu dijadikan perhatian serius salah satu upaya mengendalikan jumlah penduduk tersebut adalah melalui antisipasi warga pendatang.
Dikemukakan, berdasarkan data jumlah penduduk di ibu kota Provinsi Kalsel ini sekitar i 750 ribu jiwa dengan pertambahan sekitar 4 persen per tahunnya
Ditandaskan, semakin tidak terkendalinya jumlah penduduk dikhawatirkan bisa menjadi sebuah ancaman besar bagi Kota Banjarmasin.
Masalahnya kata ketua komisi dari Fraksi Partai Golkar ini. karena dengan jumlah penduduk yang padat tentunya dibutuhkannya tempat tinggal.
” Dampak lainnya soal penataan kota serta berbagai masalah sosial lainnya,” katanya.
Diakuinya , pemerintah sudah memberikan perhatian serius terhadap upaya pengendalian jumlah penduduk .
Menindaklanjuti itu ia berpendapat Pemko Banjarmasin perlu mengambil langkah-langkah strategis. Salah satunya adalah selain melalui digalakkannya kembali atau revitalisasi terhadap program KB dan antisipasi warga pendatang, tidak kalah penting adalah menekan pernikahan usia dini.
Ditegaskannya kembali , pertambahan penduduk yang tidak terkendali merupakan masalah besar yang harus ditangani. Karena bila terabaikan akan berdampak negatif terhadap berbagai program pembangunan suatu daerah .
“Dari mulai soal kemacetan, meningkatnya berbagai kebutuhan termasuk pangan, pendidikan, transportasi, lapangan pekerjaan, penyediaan tempat tinggal hingga berbagai dampak sosial lainnya, seperti meningkatnya aksi kejahatan dan berbagai tindakan kriminalitas lainnya,” tandasnya.
Sebelumnya Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina mengemukakan,salah satu indikator keberhasilan upaya dalam mengendalikan jumlah penduduk adalah dengan terus bertambahnya jumlah akseptor KB baru.
“Saat ini jumlah akseptor KB baru Kota Banjarmasin sebanyak 30.000 dari ditargetkan sebanyak 27.547. Dengan capai tersebut akseptor KB baru jauh melampaui target.” ujar Wali Kota beberapa waktu lalu. (nid/K-3)















