Banjarmasin, KP -Dinas Pemadan Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Banjarmasin, berhasil mengevakuasi satu ekor biawak berukuran sangat besar yang meresahkan warga.
Proses evakuasi sendiri dilakukan di Jalan 9 Oktober Gang Moroseneng RT 14, Kelurahan Pekauman, Banjarmasin Selatan. Kamis (17/03) sore.
“Perlu waktu 2 jam lebih untuk mengevakuasi biawak ini setelah dengan susah payah karena lokasinya sempit dan gelap. Akhirnya kami berhasil mengevakuasi biawak tersebut dengan selamat,” ucap Komandan Regu II Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Banjarmasin, Ilham Pengabdi.
Ilham mengatakan, tindakan evakuasi biawak ini dilakukan setelah mendapatkan laporan dari warga yang sudah merasa resah. Sehingga mereka melaporkan bintang biawak tersebut ke Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin, melalui Dinas Damkar Banjarmasin.
Saat melakukan evakuasi, Ilham mengaku ada sedikit kendala lantaran keberadaan biawak yang berada di bawah kolong rumah serta lokasinya sangat sempit.
Sehingga dalam evakuasi tim harus terpaksa sedikit membongkar salah satu lantai rumah warga.
“Ukuran biawak panjangnya sekitar dua meter lebih, dan beratnya kira-kira mencapai hampir satu pikul,” terangnya.
“Ini biawak terbesar yang berhasil mengevakuasi biawak selama ini,” tandasnya.
Pelanggaran ukurannya yang besar itulah pihaknya jarus mengeluarkan tenaga ekstra dalam mengevakuasi biawak tersebut.
“Biasanya kami hanya membutuhkan 2 sampai 3 anggota untuk mengevakuasi satu biawak. Kali ini kami menurunkan tim anggota sebanyak 6 orang dan dibantu relawan BPK setempat,” ujarnya.
Warga juga melaporkan seringnya terjadi kehilangan binatang ternak seperti ayam kampung. Sehingga menimbulkan perkiraan ayam-ayam tersebut hilang karena dimakan oleh biawak tersebut.
“Mungkin itulah yang membuat warga sangat resah, dan akhirnya melaporkan ke Pemko Banjarmasin,” imbuhnya.
Untuk selanjutnya, Ilham menerangkan biawak tersebut akan dibawa ke Kebun Binatang Mini atau Taman Satwa Jahri Saleh Banjarmasin.
Tutupnya Ilham memperkirakan untuk jenis kelamin biawak adalah betina. “Diperkirakan juga biawak sedang dalam kondisi hamil kira-kira sedang bertelur. Melihat dari besarnya perut dan susahnya mengevakuasi biawak tersebut karena mendapat perlawanan terus,” pungkasnya.(vin/K-3)
Sementara itu, warga yang rumahnya terpaksa sedikit dibongkar di bagian lantainya, Faridah mengaku bahwa biawak yang baru saja dievakuasi oleh Damkar dan Penyelamatan itu sudah lama ada dan berkeliaran di sekitar rumahnya.
“Bahkan ayam peliharaan tetangga saya katanya banyak yang hilang. Mungkin gara-gara dimakan biawak ini,” ungkapnya.
Ia menceritakan, awalnya ia melihat biawak tersebut saat membersihkan rumah lewat celah lantai rumahnya.
“Karena ada suara air akibat biawak mengibaskan ekornya. Langsung saya minta tetangga untuk melapor ke Damkar Pemko. Untung bisa tertangkap,” tuntasnya. (Kin/K-3)














