Banjarbaru, KP – Dekranasda Banjarbaru berkolaborasi dengan desainer Yanti Adeni untuk tampil di ajang Paris Fashion Show, yang menghadirkan beberapa merek Indonesia non fashion.
Selain itu, juga ada Ayam Geprek Bensu, Scarlet X IKYK, Greenlight X Danjyo Hiyoji, dan 3SECOND X Ican Harem. Kemudian, ada La Sabelle X Em En Hair Design, Brand no brand, Shademulsk, Shade Signature, dan Chayra by Tika Ramlan.
Karena banyaknya selebriti yang menautkan akun Paris Fashion Week, menimbulkan kesan diundang berpameran di sana, padahal show 10 brand Indonesia ini bukan merupakan bagian dari rangkaian Paris Fashion Week di bawah Fédération de la Haute Couture et de la Mode (FHCM).
Ada ketidaksesuaian informasi tersebut Ketua Dekranasda Kota Banjarbaru Vivi Zubedi menanggapinya melalui akun Instagram yang mengatakan untuk lebih bijak dalam membuat berita, menaikan berita ataupun berkomentar terkait penamaan Paris Fashion Week atau Paris Fashion Show.
“Ini memang Paris Fashion Show,” kata Vivi Zubedi.
Vivi mengatakan, jika Dekranasda mendapatkan undangan dari Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) untuk hadir dalam acara Paris Fashion Show during at Paris Fashion Week.
“Dekranasda Banjarbaru mendapatkan undangan dari Gekrafs untuk hadir dalam acara Paris Fashion Show during at Paris Fashion Week yang off scedhule” ujarnya.
Terlepas dari riuhnya komentar warganet tentang even tersebut, Vivi menekankan untuk fokus pada eksistensi hasil karya UMKM Kota Banjarbaru khususnya di bidang fashion, sudah di lirik oleh pecinta fashion dunia.
Sebagai pemula apalagi yang dibawa UMKM Dekranasda semuanya tidak mungkin bisa langsung jadi. Ini adalah tahapan yang harus dilewati.
“Ini awal yang sangat bagus untuk UMKM kita sehingga siap bersaing di event internasional,” lanjutnya.
Vivi yang sudah berpengalaman dibidang ini mengatakan tujuan utama Dekranasda hadir menampilkan kain-kain dari Kota Banjarbaru. (dev/K-7)















