Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Ketua Forsiladi Kalsel : Datu Kelampayan Layak Dianugrahi Gelar Penghargaan

×

Ketua Forsiladi Kalsel : Datu Kelampayan Layak Dianugrahi Gelar Penghargaan

Sebarkan artikel ini
IMG 20220321 WA0011
Ketua Forsiladi kalsel, Dr jarkawi.

Banjarmasin, KP – Namanya cukup melekat di masyarakat Kalimantan dan Indonesia terlebih khusus di Kalimantan Selatan.

Seorang Ulama besar serta pengembang ilmu agama. Bahkan kepepuleran namanya hingga ke manca Negara. Karya dan kitabnya menjadi sebuah rujukan, ‘Kitab Sabilal Muhtadin’ bakan dijadikan sebuah nama masjid yang menjadi kebanggaan Masyarakat Kalimantan Selatan (Kalsel).

Kalimantan Post

Beliau adalah Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari atau yang dikenal dengan nama Datu Kalampayan (1710-1812).

Dan baru-baru tadi Syekh Muhammad Arsyad Albanjari kembali diusulkan menjadi pahlawan Nasional. Tak sedikit dukungan usulan agar Datu Kalampayan mendapat anugerah pahlawan nasional.

Bahkan tak sedikit pula menjadi bahan dalam seminar-seminar terutama Kiprah, Pemikiran, dan Karya Besar Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari bagi Nusantara.

Dan beberapa waktu lalu Ketua I Dewan Harian Daerah (DHD) Badan Penerus Pembudayaan Kejuangan 45 Provinsi Kalsel, Zulfadli Gazali mengatakan, Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari adalah tokoh Nusantara yang mengglobal karena melahirkan pemikiran dan karya besar yang jangkauannya luas secara nasional dan juga internasional, khususnya di kawasan Asia Tenggara.

Bukan hanya pemikir yang handal bahkan anak cucunya banyak duduk sebagai mufti (pemberi fatwa) dan kadi (hakim agama), dan juga para murid beliau banyak menjadi ulama yang tersebar di Nusantara.

”Melihat pemikiran, dan karya besar hidup Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, kami tidak meragukan jasa-jasa beliau wajar banyak rekomendasi untuk menjadikan beliau sebagai pahlawan nasional,” ucapnya.

Melihat hal itu, Dr Jarkawi, Dosen Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari, peneliti dan juga penulis buku ‘Beyon Imagination Pemikiran Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, sangat mendukung dan mengapresiasi usulan Pahlawan Nasional. Sebab Syekh Muhammad Albanjari juga seorang cendikiawan muslim.

Baca Juga :  Pemilihan Ketua RT 34 Komplek Mandiri Permai Meriah, Joko Nugroho Terpilih Pimpin Periode 2026–2031

Banyak pemikiran beliau di dalam masyarakat menjadi rujukan, memiliki landasan serta tatanan hukum dalam berprilaku. Tak hanya itu kitab-kitab beliau yang digunakan tak hanya di Indonesia, tetapi di negara lain seperti Thailand, Brunai, Malaysia Maroco dan lainnya.

Tentunya, dalam hal ini Pemerintah dapat melihat betapa besar peran Muhammad Arsyad Al banjari secara tidak langsung mengenalkan Indonesia di mata negara lain di dunia.

“Secara Internasional orang sudah mengenal pada zaman itu,” katanya.

Disisi lain, Jarkawi yang juga sebagai Ketua Forum Silaturahmi Ikatan Doktor Indonesia (Forsiladi) Kalsel menyebutkan, beliau mampu membuat masyarakat Kalsel pada zamannya cerdas dan berpengetahuan, sebab banyaknya murid beliau yang menjadi tokoh-tokoh agama dan para Ulama Besar.

“Artinya beliau memiliki jasa yang sangat besar,” ucapnya.

Bahkan beliau juga menanamkan karakter, terutama adab sopan santun yang luar biasa. Contoh ketika bertemu dengan dengan tuan guru harus sopan dan menghargai. Bahkan ketika berjalan pun harus di belakangnya.

“Ini menandakan penanaman karakter dan juga menghargai orang-orang yang berilmu (Tuan guru, Alim Ulama),” ucap jarkawi.

Syekh Arsyad Al Banjari peka terhadap sosial dan melahirkan pemikiran-pemikiran yang masih dipegang masyarakat Kalsel hingga saat ini. Seperti contoh menguburkan jenazah menggunakan peti ‘Tabela’, sebab kondisi Kalsel yang merupakan daerah rawa.

“Apa jadinya jika jenazah dikuburkan dengan kondisi yang agak berawa. Tentunya ini adalah adab dan perilaku penghormatan, meski seorang yang tak bernyawa namun tetap dihormati dan diperlalukan sebaik-baiknya,” ucap jarkawi.

Apa yang disebutkan tadi itu merupakan salah satu contoh. Beliau juga memberikan pemahaman seperti pembagian harta gono-gini, wc umum atau ‘Jamban, dan banyak pula yang lainnya.

Baca Juga :  Wagub Kalsel Ajak Jamaah Jaga Ketertiban dan Kebersamaan Jelang Haul ke-6 Guru Zuhdi

“Semoga saja usulan yang dilakukan bisa cepat terealisasi,” pungkasnya.

Tak kurang 139 surat rekomendasi atau dukungan untuk menjadikan Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari sebagai pahlawan nasional.

Tercatat pula lebih dari 170 publikasi hasil kajian tentang Al Banjari berupa buku, artikel, jurnal ilmiah, disertasi, tesis, skripsi, laporan penelitian, ataupun makalah yang dibentangkan di seminar nasional dan internasional.(fin/KPO-1)

Iklan
Iklan