Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Ekonomi

Menjaga Stabilisasi Harga dan Ketersediaan Bapok Jelang Ramadhan

×

Menjaga Stabilisasi Harga dan Ketersediaan Bapok Jelang Ramadhan

Sebarkan artikel ini
8 4klm 5
BAPOK - Pemprov Kalsel melalui Dinas Perdagangan Kalsel fokus menjaga stabilisasi harga dan ketersediaan bahan pokok (bapok) di pasaran jelang HBKN. (KP/Istimewa)

“Untuk minyak goreng masih menjadi fokus kita karena sampai sekarang belum pulih 100 persen, baik ketersediaannya maupun peningkatan pengawasannya agar terhindar dari upaya para pelaku usaha, seperti menimbun, mengoplos dan yang lainnya,” ujar Birhasani.

BANJARMASIN, KP – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idulfitri 1442 H, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Perdagangan (Disdag) Kalsel fokus menjaga stabilisasi harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok (bapok) di pasaran, meski stoknya masih cukup aman.

Kalimantan Post

Hal tersebut diungkapkan Kepala Disdag Kalsel, Birhasani, saat pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) Identifikasi Harga dan Ketersediaan Bahan Pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), kemarin.

Menurutnya, Rakor ini bertujuan untuk mengidentifikasi ketersediaan stok atau pasokan dan harga barang kebutuhan pokok, serta kesiapan daerah dalam menghindari terjadinya kekurangan stok atau pasokan, gangguan distribusi dan aksi spekulasi atau penimbunan barang kebutuhan pokok secara tidak wajar yang dapat berdampak pada kenaikan harga bapok di Kalsel.

Dikatakan Birhasani, stok bahan kebutuhan pokok saat ini masih cukup aman, namun ada beberapa jenis komoditi yang diharapkan ketersediaannya tetap stabil saat Ramadhan dan Idulfitri tiba.

Di antaranya, bawang merah, bawang putih, gula dan gandum. Mengingat komoditi ini merupakan komoditi impor yang didatangkan dari luar daerah. Sementara, untuk minyak goreng, pemerintah masih fokus dalam mengantisipasi ketersediaannya.

“Bawang putih merupakan komoditi impor, kemudian juga gandum atau tepung yang juga tergantung kepada impor. Demikian juga gula putih. Untuk sementara ketersediaannya cukup aman satu bulan ke depan,” ungkapnya.

Akan tetapi, lanjutnya, komoditi ini dari segi harga masih bergejolak, lantaran sangat dipengaruhi harga dunia.

“Untuk minyak goreng masih menjadi fokus kita karena sampai sekarang belum pulih 100 persen, baik ketersediaannya maupun peningkatan pengawasannya agar terhindar dari upaya para pelaku usaha, seperti menimbun, mengoplos dan yang lainnya,” ujar Birhasani.

Baca Juga :  Naik 1,4 Persen, Bandara Internasional Syamsudin Noor Layani 27.221 Penerbangan selama 2025

Birhasani menambahkan, kegiatan tersebut juga merupakan bagian dalam menjamin kelancaran distribusi barang dari Banjarmasin ke kabupaten/kota lain di Kalsel agar tetap aman sampai di tujuan.

Dalam menjaga kelancaran distribusi, Birhasani mengatakan, ketersediaan bahan bakar solar untuk angkutan menjadi salah satu perhatian, karena berpengaruh terhadap pengiriman bapok.

“Jika dibiarkan akan berakibat pada keterlambatan barang sampai atau kenaikan harga bahan pokok sehingga ini harus diantisipasi,” jelasnya.

Ia juga berharap Rakor ini dapat meningkatkan koordinasi antar pemangku kepentingan di sektor pengadaan hingga distribusi bapok.

“Jadi, pada saat menjelang hari besar keagamaan nasional ketersediaan bapok tidak akan terganggu,” tutupnya. (Opq/K-1)

Iklan
Iklan