Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Vaksinasi Lansia
Dinkes Bantah Manipulasi Data

×

Vaksinasi Lansia<br>Dinkes Bantah Manipulasi Data

Sebarkan artikel ini
hal10 3klm
VAKSIN LANSIA - Salah satu lansia saat menjalani pemberian dosis vaksinasi Covid-19 di Kelurahan Telawang beberapa waktu lalu. (KP/zakiri)

Banjarmasin, KP – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Banjarmasin, Ir Doyo Pudjadi, dengan tegas membantah segala tudingan yang dialamatkan kepada dirinya, khususnya mengenai upaya mendongkrak capaian vaksinasi dengan sasaran lansia.

Bukan tanpa alasan, bantahan tersebut terlontar dari mulutnya lantaran beredar luasnya pemberitaan yang menyebut bahwa dirinya diduga telah mengeluarkan instruksi untuk memanipulasi data capaian vaksinasi lansia.

Kalimantan Post

Bahkan berdasarkan kabar yang beredar, instruksi tersebut diungkapkannya kepada nakes yang bertugas di puskesmas.

Disana, Doyo disebut telah memerintahkan Tenaga Kesehatan (Nakes) untuk memanipulasi data lansia yang belum bervaksin menjadi sudah bervaksin demi meningkatkan capaian angka vaksinasi.

“Saya katakan itu tidak benar!,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Setdako Banjarmasin.

Ia merasa, instruksi yang dituduhkan kepada dirinya itu tidak berdasar dan tidak pernah diucapkannya selama menjabat sebagai Plt Kadinkes Banjarmasin.

“Karena, walaupun saya ini bukan orang kesehatan, saya juga punya ilmu. Jadi tahu prosedur dan proses angka ini,” tukasnya saat ditemui kepada awak media di Ruang Rapat Sekdako Banjarmasin.

Selain itu, ia Doyo kembali menegaskan, bahwa sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sudah lama berkecimpung dengan lingkungan Pemko Banjarmasin, tidak pernah memberikan perintah tersebut kepada nakes.

Ia mengklaim hanya sebatas memberikan arahan kepada nakes di seluruh puskesmas untuk melakukan strategi peningkatan capaian vaksinasi dengan cara yang wajar. Bukan memanipulasi data.

“Ini tanggung jawab kita sebagai Plt Kadinkes untuk meningkatkan capaian target vaksinasi, tentunya upaya vaksinasi sepekan ini,” jelasnya.

“Dan tentunya memberikan semangat kepada kepala Puskesmas untuk melakukan upaya dan strategi khusus. Seperti memonitoring yang komorbid. Sehingga angka vaksinasi meningkat sampai 60 persen. Bukan saya memerintahkan memanipulasi ubah jadi 60 persen,” Sambung Doyo.

Baca Juga :  Korem-Polda Bersihkan Taman Kamboja

Ia pun lantas menduga adanya kesalahan penafsiran dari penerima informasi saat ia menyampaikan instruksi tersebut.

“Ini barangkali salah tafsir, melaporkannya lalu berbeda. Tapi kalau sudah terjadi ya terjadilah. Yang jelas saya sebagai Plt tidak punya kepentingan dan tidak memaksakan angka untuk naik,” ujarnya.

Disinggung terkait oknum nakes yang diduga memberikan informasi tersebut? Doyo tak mau ambil pusing.

Dirinya hanya mengaku saat ini hanya fokus melaksanakan Pekan Vaksinasi Lansia Sepekan yang berlangsung sampai tanggal 15 Maret 2022 mendatang.

“Yang jelas kita bersepakat dengan Kodim dan Polresta Banjarmasin, untuk benar-benar mencapai target vaksinasi itu. Saya hanya berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena tuhan maha adil,” pungkas Doyo.

Dikonfirmasi terpisah, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina pun juga menyampaikan bantahan tersebut.

“Instruksi dari mana itu, kalau Plt Kadinkes menyampaikan tidak benar, ya sudah artinya memang tidak ada instruksi seperti itu,” tegas Ibnu saat ditemui awak media usai penandatanganan MoU antara Pemko Banjarmasin dan UNISKA MAB, Jumat (11/03) siang.

Ia mengaku tidak ingin berandai-andai jika instruksi tersebut memang benar ada. Alias tidak pernah ada perintah untuk memanipulasi data lansia untuk capaian vaksin.

“Saya melihat tidak ada yang salah dari data vaksinasi tersebut. Cape-cape mengejar target kok tiba-tiba ada isu seperti ini,” cetusnya.

Disamping itu, Ibnu mengaku jika memang capaian vaksinasi untuk lansia saat ini rendah, maka harus ada yang dirubah misalnya pola pendekatan pemberian vaksin kepada lansia.

“Atau kita belajar dengan kabupaten/kota tetangga yang capaian vaksinasi lansianya tinggi-tinggi. Bagaimana cara mereka bisa sampai seperti itu,” tuntasnya.

Sebelumnya salah satu nakes yang identitasnya tak ingin dipublikasikan menyebut, bahwa para nakes di puskesmas tengah dibuat resah karena diinstruksikan oleh Plt Kadinkes Pak Doyo untuk memasukan data lansia yg tdk bervaksin.

Baca Juga :  Lanal Banjarmasin bersama TNI-Polri Laksanakan Bakti Sosial Lingkungan Bersih-Bersih Sungai Martapura

“Kalau seperti itu, sama saja kami disuruh melakukan tindakan kriminal memalsukan data capaian vaksin, ini bertentangan dengan kode etik profesi,” ungkapnya melalui pesan singkat beberapa hari lalu pada awak media.

“Tolong bantu pak lah agar beliau itu sadar, kalau ini melanggar hukum,” tambahnya.

Ia menceritakan, bahwa Doyo memberi arahan agar para nakes menginput semua lansia yang tidak bervaksin supaya capaian vaksin di Banjarmasin bisa naik, tapi dengan cara yang salah. “Padahal kami sudah berupaya maksimal,” tukas nakes tersebut.

Ia menilai, arahan Doyo tersebut sudah menyinggung nilai luhur profesi, bahkan tidak menghargai para nakes dikarenakan adanya statement yang dinilainya merupakan instruksi manipulasi data lansia.

“Biar tekanan darah 230/120 vaksin saja” ungkap nakes tersebut meniru statement yang disampaikan Doyo.

“Itu menunjukkan beliau sudah mengintervensi soal teknis kami, dan menunjukkan kebodohan beliau,” imbuhnya.

Bahkan, nakes tersebut menyebut bahwa semua nakes yang hadir dalam rapat semua kepala puskesmas mendengar arahan Plt Kadinkes.

“Mereka (para kepala puskesmas) jadi saksi kalau kami disuruh input semua lansia baik yang bisa divaksin atau yang komorbid,” ungkapnya.

“Dia (Plt Kadinkes) tidak menentukan angka, tapi menyuruh nakes untuk menginput data lansia yang juga tidak di vaksin akibat komorbid. Ini namanya memanipulasi data riil seolah-olah sudah divaksin,” tutupnya. (kin/K-7)

Iklan
Iklan