Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Hukum & Peristiwa

Haidal Sempat Terhimpit Pintu Kost yang Ambruk

×

Haidal Sempat Terhimpit Pintu Kost yang Ambruk

Sebarkan artikel ini
6 ambruk 4klm
Angkut Barang - Proses evakuasi barang-barang berharga milik penghuni kost oleh personil BPBD dan DPKP Kota Banjarmasin. (KP/Zakir)

teman saya hanya menggunakan sarung saja tadi menyelamatkan diri

BANJARMASIN, KP – Penghuni Kost Putri ‘Uma Abah’ di Jalan Adhyaksa II, Kelurahan Sungai Miai, Kecamatan Banjarmasin Utara, mendadak panik dan berhamburan keluar, akibat bangunan kost yang dihuninya tiba-tiba ambruk.

Kalimantan Post

Salah satu penghuni kost, Haidal menceritakan, dirinya dan teman-teman lainnya hanya memikirkan agar bisa keluar dari bangunan kost tersebut.

“Hanya baju di badan yang dibawa. Harta berharga seperti handphone dompet dan laptop pun tak terpikir lagi, bahkan teman saya hanya menggunakan sarung saja tadi menyelamatkan diri,” ucapnya saat dibincangi awak media, Senin (11/4) siang.

Mahasiswi UNISKA menceritakan, ketika pulang kuliah sekitar jam 10.00 pagi, bangunan masih normal. Namun, setelahnya ia mendengar bunyi beton yang retak.

“Setelah itu baru muncul suara seperti buah kelapa yang jatuh, trus ada juga bunyi kaya pohon patah. Tapi setelah sekitar jam jam 1 siang tadi, tiba-tiba miring,” ungkapnya.

Saat itu, ia mengaku sedang berada dalam kamar yang ada di lantai dua dan terhimpit pintu kamarnya yang sudah lumayan miring.

“Kami pas keluar agak sedikit sakit pinggang kanan, karena sempat terhimpit pintu. Bahkan teman saya terluka di tangan tadi,” akunya.

Beruntung seluruh penghuni kost sempat menyelamatkan diri keluar dari rumah kost berlaintai 2 tersebut.

Melihat kejadian itu, pemilik kost menghubungi Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) dan BPBD Kota Banjarmasin untuk minta bantuan evakuasi.

Komandan Regu (Danru) DPKP Banjarmasin yang saat itu memimpin proses evakuasi mengatakan bahwa bangunan kost tersebut sudah mengalami kemiringan sekitar 40 derajat.

“Makanya kami harus mengevakuasi barang-barang berharga milik penghuni kost yang masih ada di dalam kamar pakai bantuan tali. Karena cukup berbahaya kalau cara pengevakuasian barangnya pakai estafet,” tambahnya.

Baca Juga :  Komisi III DPR RI, Perkuat Sinergi dengan BNNP Kalsel

Ia menduga tiang pondasi utama bangunan tersebut patah akibat beban yang tidak sesuai dengan kemampuan tiang pondasi. Ditambah kondisi tanah rawa yang labil di kawasan tersebut.

Sementara itu, Lurah Sungai Miai, Gusti Ikromi Akbar membeberkan, dalam lima tahun terakhir, sudah ada tiga buah rumah yang ambruk di kawasan tersebut.

“Tadumi sudah dibicarakan dengan pemoliknya, dan mereka bersedia untuk membongkar bangunan tersebut, karena sudah membahayakan bangunan sebelahnya,” tuntasnya. (kin/K-4)

Iklan
Iklan