Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Ekonomi

Pemprov Harus Cari Solusi Kelangkaan Sembako

×

Pemprov Harus Cari Solusi Kelangkaan Sembako

Sebarkan artikel ini

“Kita mengapresiasi dengan adanya operasi pasar buat meringankan beban sementara warga masyarakat. Tapi operasi pasar itu bersifat instan/tidak bisa memecahkan permasalahan secara permanen,” ujar Iberahim.

BANJARMASIN, KP – Pemprov Kalsel, khususnya instansi terkait harus mencari akar permasalahan dari kelangkaan dan kenaikan berbagai harga kebutuhan pokok.

Kalimantan Post

“Karena tanpa menemukan akar permasalahannya, mustahil untuk mencari solusi mengatasi persoalan kebutuhan pokok secara tuntas,” kata anggota Komisi II DPRD Kalsel, H Iberahim Noor kepada wartawan, kemarin, di Banjarmasin.

Untuk itu, Iberahim mengingatkan agar instansi terkait bergerak cepat mencari akar permasalahan kelangkaan dan kenaikan harga beberapa kebutuhan pokok seperti terjadi belakangan ini.

“Jadi harus segera dicarikan solusinya agar tidak menambah beban masyarakat, terutama pada bulan Ramadhan ini,” tambah politisi Partai NasDem.

Sebagai contoh, kenaikan harga minyak goreng, gas elpiji hingga bahan bakar minyak (BBM) seperti Pertalite dan Pertamax yang cukup meresahkan masyarakat.

“Dikhawatirkan pula kemungkinan naiknya harga gula pasir, tepung terigu, telor dan daging, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri,” tambah Iberahim.

Iberahim mengaku turut prihatin atas kelangkaan serta kenaikan harga beberapa kebutuhan pokok tersebut, yang pasti akan membebani masyarakat, terutama masyarakat kurang mampu.

“Diharapkan pemerintah daerah mampu mengendalikan harga berbagai kebutuhan pokok sehingga bisa terjangkau masyarakat,” tambah wakil rakyat dari daerah pemilihan Kalsel IV, meliputu Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah.

Begitu pula mengenai ketersediaan kebutuhan pokok tersebut agar pemerintah mengupayakan lebih maksimal lagi supaya tidak menimbulkan permasalahan serius.

“Kita mengapresiasi dengan adanya operasi pasar buat meringankan beban sementara warga masyarakat. Tapi operasi pasar itu bersifat instan/tidak bisa memecahkan permasalahan secara permanen,” ujar Iberahim.

Baca Juga :  Realisasi Opsen PKB dan BBNKB Kota Banjarmasin Tertinggi di Kalsel, Tembus Rp142 Miliar

Berdasarkan pemantauan di pasaran Banjarmasin, harga minyak goreng kemasan dijual berkisar Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per liter, sedangkan minyak goreng curab berkisar Rp20 ribu hingga Rp28 ribu per liter, padahal seharusnya hanya Rp14 ribu sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan Presiden. (lyn/K-1)

Iklan
Iklan