Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Ekonomi

Penjualan Peci Meningkat Jelang Lebaran

×

Penjualan Peci Meningkat Jelang Lebaran

Sebarkan artikel ini
8 3klm peci
BANYAK PILIHAN - Sejumlah pembeli sedang memilih peci atau kopiah yang dipajang. Banyak model yang ditawarkan dengan harga bervariasi. (KP/Opiq)

Banjarmasin, KP – Bulan Ramadhan 1443 H membawa berkah tersendiri bagi sejumlah pedagang. Selain pedagang kuliner untuk kebutuhan berbuka puasa, pedagang perlengkapan shalat di bulan penuh berkah ini pun menuai untung cukup lumayan.

Seperti Leman, pedagang peci (kopiah) di kawasan Jalan Kampung Melayu Laut, Banjarmasin Tengah, yang menjual berbagai macam model peci yang ia datangkan dari daerah Jawa.

Kalimantan Post

Leman mengaku, penjualan di pertengahan bulan Ramadan ini masih belum terlalu signifikan. Meski begitu, dalam sehari paling tidak ia mampu menjual puluhan buah peci.

“Alhamdulillah, setiap hari ada saja terjual. Paling sedikit ada sih 20an lebih peci yang laku. Kalau awal-awal Ramadan ini masih agak dingin pasarannya,” ujarnya, saat dibincangi, Minggu (17/4).

Untuk harga peci dijual Leman bervariasi, tergantung model dan bahannya. Harga Dibandrol mulai yang paling murah Rp 15 ribu hingga kisaran Rp 50 ribu ke atas. Peci yang dijualnya kebanyakan didatangkan dari Sidoarjo, Jawa Timur, yang dipesannya secara online.

“Sementara ini, dalam sehari rata-rata omset penjualan antara Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu Tapi, itu masih angka kotor, belum dipotong modal dan biaya pengiriman,” kata Leman.

“Mudah-mudahan makin dekat Lebaran makin ramai pembelinya. Biasanya satu minggu menjelang lebaran mulai banyak warga yang membeli peci. Kan banyak yang sudah gajian dan dapat THR,” tambahnya sembari tersenyum.

Leman mulai membuka lapak dagangannya mulai pukul 2 siang hingga pukul 11 malam. Memanfaatkan halaman bangunan toko yang disewanya tepat di pinggir jalan.

Puluhan model peci ia susun rapi di atas sebuah meja panjang. Sebagian lagi digantungnya menggunakan tali agar konsumen nyaman melihat-lihat dan memilih.

Ada model peci nasional dan kopiah haji. Ada pula model kopiah dari Eropa, misalnya model Rusia dan dari Timur Tengah dengan kopiah model Turki dan Pakistan.

Baca Juga :  Warga 'Serbu' Pasar Murah Digelar Kalsel Ventura Sediakan 500 Paket

Bagi sebagian anak muda, memakai kopiah mungkin terkesan kuno dan tua. Namun, pendapat tersebut sudah tak berlaku lagi. Saat ini mulai bermunculan merek yang memproduksi kopiah dengan desain yang modern dan sesuai dengan jiwa anak muda.

Tidak terpaku pada bentuk bulat kaku seperti kopiah pada umumnya, kopiah modern biasanya bermain dengan variasi warna, bentuk, dan material.

Contohnya, seperti kopiah jenis miki hat yang mengadopsi bentuk topi tanpa brim. Hasilnya, kopiah miki hat terlihat sangat kasual dan cocok dikenakan untuk kegiatan apa pun. (Opq/K-1)

Iklan
Iklan