Martapura, KP – Kapolsek Gambut Iptu H Ruspandi mengatakan, pihaknya saat ini masih fokus mengamankan TKP guna pendampingan pada Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri Surabaya untuk penyelidikan bangunan ruko tingkat tiga Km 14 yang roboh. Ini untuk pengambilan sampel guna mengetahui penyebab pasti ambruknya ruko tersebut.
”Sebelum kasus ini selesai, TKP harus steril, tidak sembarang orang bisa masuk. Kami juga dibantu Inafis Polres Banjar dan Polda Kalsel,” kata Kapolsek Gambut Ruspandi pada Talk Show Polisi Menyapa, di Radio Suara Banjar, Kamis (21/4).
Terkait kapan Puslabfor selesai penyelidikannya, dia belum bisa memastikan, yang jelas tim berupaya maksimal secepatnya mengirim sampel ke Surabaya, kemudian merilisnya ke publik jika sudah ada hasilnya.
Sementara terkait motor yang sebelumnya dirilis berjumlah 9 unit, dipastikan jumlahnya jadi 10 unit. Ada tambahan 1 unit lagi yang ditemukan dari reruntuhan bangunan, dan semuanya sudah diamankan di Polsek Gambut.
”Satu unit sudah diambil, scoopy abu abu, milik korban Arini yang dirawat di RS Citra Land, diambil kakaknya,” ujarnya.
Jadi masih ada 9 unit belum diambil pemiliknya. Untuk pengambilan diminta bukti kepemilikan, seperti BPKB, KTP atau surat keterangan dari pembiayaan jika masih belum lunas.
”Ini untuk menghindari oknum tidak bertanggung jawab yang ngaku-ngaku kepemilikannya,” tandasnya.
Pada kesempatan tersebut Kapolsek juga sampaikan terima kasihnya pada semua relawan yang bahu membahu melakukan evakuasi penyelamatan, sehingga cepat terselesaikan pada keesokan harinya, Selasa (19/4) sekitar pukul 08.00 WITA.
”Di TKP tidak semua relawan bisa masuk, hanya yang memiliki kemampuan dan keahlian melakukan evakuasi, dibantu aparat TNI/Polri. Relawan lainnya diarahkan mengatur arus lalu lintas yang macet saat itu.
Menurut data, tambahnya, jumlah korban 13 orang. 6 orang karyawan toko, sementara 7 lainnya pengunjung. 5 orang meninggal dunia. Manajemen toko ritel sudah memberikan santunan pada korban didampingi pihaknya. (wan/K-4)














