Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Olahraga

POBSI Kalsel kecewa
Pebiliar Kalsel, Arun Gagal ke SEA Games

×

POBSI Kalsel kecewa<br>Pebiliar Kalsel, Arun Gagal ke SEA Games

Sebarkan artikel ini
13 2klm arun jpg
Arun, urung ke SEA Games. (Kp/nafarin fauzy)

Induk organisasi billiard Kalsel patut kecewa, karena Kemenpora memangkas cabor untuk SEA Games Vietnam, termasuk billiard yang sudah melaksanakan Pelatnas.

13 1klm h imus ketua pobsi kalsel jpg
H Imus ketua POBSI Kalsel

BANJARMASIN, KP – Pengprov POBSI (Persatuan Olahraga Billiar Seluruh Indonesia) Kalimantan Selatan kecewa, karena pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), telah melakukan Pemangkasan terhadap beberapa cabang olahraga untuk SEA Games, termasuk cabor billiar. Menyebabkan mimpi atlet pelatnas biliar Indonesia untuk berlaga di ajang SEA Games Vietnam 2022 kini pupus.

Kalimantan Post

Kementerian Pemuda dan Olahraga telah mengumumkan cabang olahraga (cabor) apa saja yang akan berangkat ke SEA Games Vietnam 2022 beberapa waktu lalu.

Selain itu, beberapa cabor yang rencananya akan berangkat justru dipangkas. Cabor yang dimaksud adalah bola tangan indoor dan pantai, dansa, petanque, kurash, futsal, biliar, tenis meja, muay thai, loncat indah, senam ritmik dan aerobik, binaraga, dan sepak bola putri.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali mengatakan pengurangan ini dilakukan setelah melalui hasil revieuw yang dilakukan oleh praktisi, akademisi, perwakilan KOI dan KONI.

Menpora juga menjelaskan bahwa pengiriman atlet ke Vietnam juga didasari efisiensi anggaran Negara, yang kini tengah fokus menangani pandemi covid-19.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kalsel H Mustohir Arifin atau H Imus melalui Wakil Ketua Umum, H Noor Fathulliansyah mengaku kecewa. Pasalnya, Kalsel berhasil menyumbangkan satu atlet di pelatnas biliar atas nama Arun di nomor snooker.

“Kebijakan seperti ini yang merusak pembinaan olahraga tertentu yang tidak diikutkan, ini sangat disayangkan, apalagi atlet tersebut telah mengikuti Seleknas dan lolos untuk mengikuti Pelatnas SEA Games,” ucapnya.

Pria yang biasa disapa Fathul ini mengatakan bahwa biliar selalu menyumbang medali di ajang SEA Games, meskipun belum meraih medali emas di tiga ajang terakhir.

Baca Juga :  Getafe Permalukan Real Madrid 1-0 di Santiago Bernabeu

“Tapi kalau dasarnya tidak ada emas, ini sangat tidak adil dan mengecawakan atlet kita yang sudah ada di pelatnas,” tuturnya.

Fathul berharap PB Pobsi ke depannya bisa meningkatkan komunikasi yang baik dengan pemegang keputusan dengan pemerintah pusat yakni KONI, KOI dan Kemenpora.

“Komunikasi yang intens harus berjalan baik, padahal POBSI siap kalau memang harus pakai dana mandiri,” pungkasnya.

Sedangkan pebiliar Kalsel peraih medali emas PON XX Papua 2021, Arun yang seharusnya turun di kategori pool putra memilih pulang kampung setelah gagal berlaga di SEA Games.

“Sementara saya ke Batam dulu, setelah lebaran saya akan ke Yogyakarta untuk mengikuti kompetisi,” ucapnya.

Sebelumnya, Arun terpilih masuk pelatnas setelah lolos dari seleknas yang digelar pada Januari lalu. (nets/nfr/k-9)

Iklan
Iklan