Adanya IKN Konsultan Banua Diharapkan Tak Jadi Penonton

Banjarmasin, KP – Konsultan banua diharapkan tidak hanya menjadi penonton dengan adanya pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Kaltim, namun harus berkolaborasi untuk bersama-sama mengambil peran.

“Paling tidak, sebagai konsultan yang ada di Kalimantan, kita harus berkolaborasi untuk sama-sama mengambil peran dengan hadirnya IKN,” kata Ketua DPP Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) Kalsel, Syachbandi, usai terpilih pada Musyarawah Provinsi (Musprov) X Inkindo Kalsel di Best Western Hotel, Sabtu (14/5).

Apalagi kegiatan Musprov kali ini dihadiri DPP Inkindo se-Kalimantan, seperti Kaltara, Kaltim, Kalteng dan Kalbar.

“Kalau melihat porsi IKN yang sangat besar itu, jika Kalsel dapat menyerap 30 persennya saja itu sudah sangat luar biasa,” pungkasnya.

Syachbandi akan menggantikan Ketua DPP Inkindo Kalsel sebelumnya H Syamsul Arivin yang akan berakhir masa tugasnya pada Musprov yang mengusung tema ‘Penguatan Kemampuan dan Peran Konsultan Banua di Tingkat Regional Kalimantan’ tersebut.

Syachbandi mengatakan, bahwa tradisi di Inkindo itu sangat demokratis.

“Kepengurusan baru itu hanya melanjutkan program saja. Kebetulan program-program ke depan sudah kita susun. Sudah ada master programnya, jadi siapa saja yang memimpin Inkindo itu tinggal kita jalankan saja,” ujarnya.

Menurutnya, bisa dikatakan tidak penting siapa orangnya, tapi bagaimana dalam menjalankan programnya.

“Program kita sesuai dengan tema hari ini, yakni penguatan kemampuan dari konsultan itu sendiri. Dan Program kita sebenarnya hanya melanjutkan dari program-program sebelumnya,” kata Syachbandi.

Kemampuan itu, lanjutnya, bisa dari sumber daya manusianya atau kemampuan manajerial dalam memimpin perusahaan.

Dia menuturkan, yang paling penting di era digitalisasi sekarang ini, adalah kemampuan para konsultan itu sendiri, yang harus bisa menyesuaikan dengan perkembangan jaman yang semakin canggih.

“Kita tidak ingin juga sumber daya konvensional ini justru stag karena ada teknologi digitalisasi. Kita akan coba mengkombinasikan itu,” tandasnya.

Berita Lainnya
1 dari 1.403
loading...

Ketua DPP Inkindo Kalsel sebelumnya, Syamsul Arivin menyampaikan, Musprov ke X ini tujuan yang pertama adalah memilih kepengurusan baru periode 2022-2026, kemudian memilih kepengurusan DPOD atau Dewan Pertimbangan Organisasi, juga Dewan Kehormatan Provinsi.

“Kami berharap agar Musprov ini berjalan lancar. Dan calon ketuanya cuma satu, yakni Ir Syachbandi. Ini menggambarkan kekompakan kita,” katanya.

Dia berharap, Inkindo Kalsel dapat berpartisipasi di tingkat regional Kalimantan pada khsususnya. Yang mana hal ini berkaitan juga dengan IKN nantinya.

“Mudah-mudahan dengan kepengurusan sekarang ini kita lebih bagus dalam mempersiapkan anggota, agar lebih profesional dan lebih baik lagi ke depannya,” harapnya.

Sementara itu, Eri Heriyadi, yang hadir mewakili Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Inkindo, mengharapkan, kegiatan musyawararah yang sedang berlangsung di sejumlah provinsi dapat berjalan aman, damai, dan sukses, serta akan terjadi pergantian transisi ketua DPP dengan baik dan Inkindo semakin solid ke depannya.

“Intinya kita ingin Inkindo sebagai garda terdepan dari anggota Inkindo yang memerlukan perlindungan. Dimana perlindungan ini biasanya dilakukan dengan regulasi-regulasi yang memang diperlukan untuk anggota,” ujarnya.

Dikatakannya, sekarang ini terjadi banyak perubahan regulasi, terutama saat pandemi Covid-19,

“Kita pun terbatas untuk melakukan kegiatan, sehingga dalam dua tahun ini kita mengalami kendala untuk berusaha. Ini yang sedang kita upayakan dalam memperbaiki regulasi-regulasi itu,” ungkapnya.

Sedangkan Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar yang hadir mewakili Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, juga berharap dengan kepengurusan yang baru ini, Inkindo ke depan akan terus meningkatkan profesionalisme seluruh anggotanya.

“Kemudian juga membina hubungan dengan pemerintah dan lembaga-lembaga lain, termasuk universitas yang ada di Kalsel,” sampainya.

Roy menegaskan, dengan adanya IKN, tentu kita tidak ingin hanya jadi penonton saja. Dia berharap, para konsultan banua tidak hanya jago di kandang saja, tapi dapat berprestasi juga secara regional, nasional maupun internasional.

“Kita siap mendukung dan melakukan pembinaan. Tinggal menjalin hubungan dengan baik dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah di kabupaten dan kota. Kita bangga jika ada konsultan daerah yang bisa go nasional atau bahkan go internasional,” tutup Roy. (opq/K-7)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya