Harga Bapok Berangsur Turun Usai Lebaran

Banjarmasin, KP – Harga sejumlah bahan pokok (bapok) di Kalimantan Selatan (Kalsel), khususnya di Banjarmasin mulai berangsur turun pasca Lebaran Idulfitri 1443 H.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan oleh Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Kalsel di sejumlah pasar tradisional, seperti Pasar Antasari, Pasar Kalindo, dan Pasar Sederhana per Jumat, 13 Mei 2022, komoditas yang cukup banyak mengalami penurunan harga adalah cabai dan daging sapi.

Saat ini, harga cabe merah besar segar per kilogram Rp57.200 atau turun Rp4.500. Begitu pula cabe merah keriting segar per kilogram harganya Rp54.400 atau mengalami penurunan Rp3.400.

Sementara, cabe rawit taji segar per kilogram sekarang Rp55.500 atau turun Rp2.800. Sedangkan cabe rawit tiung segar per kilogram saat ini Rp42.200, turun Rp2.200.

Untuk daging sapi juga terus berangsur turun, seperti daging has dalam per kilogram menjadi Rp150.600, turun lagi Rp500 dari sebelumnya.

Namun, daging sapi has luar per kilogram harganya tetap di

Berita Lainnya
1 dari 1.397
loading...

Rp138.300. Begitu pula daging sapi paha belakang per kilogram sama dengan beberapa hari sebelumnya, yakni Rp142.200. Dan daging sapi paha depan juga tetap Rp139.400.

Diketahui, penurunan cukup signifikan terjadi sejak per 10 Mei 2022 lalu, dan terus terjadi hingga hari ini. Untuk komoditas lainnya juga perlahan turun, seperti bawang merah sedang hari ini Rp41.100 atau turun lagi sebesar Rp600. Padahal, sebelumnya sempat menyentuh Rp45 ribu per kilogram.

Demikian pula daging ayam ras ukuran sedang yang juga mengalami penurunan harga sebesar Rp400, menjadi Rp38.400 per kilogram.

Kepala Disdag Provinsi Kalsel, H Birhasani, mengatakan, sudah menjadi hal yang lumrah kalau harga-harga bahan pokok akan naik menjelang lebaran.

Penyebabnya, kata Birhasani adalah permintaan masyarakat yang tinggi dan terjadinya pada saat yang bersamaan. Namun, lanjutnya, harga bahan pokok secara berangsur-angsur akan turun dan stabil kembali.

“Tren penurunan harga sejumlah bahan pokok masih akan berlangsung. Semoga dalam beberapa minggu ke depan harga kembali normal,” ungkap Birhasani. (Opq/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya