Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Ketua DPRD Kalsel Bekali Mahasiswa UMB Wawasan Kebangsaan

×

Ketua DPRD Kalsel Bekali Mahasiswa UMB Wawasan Kebangsaan

Sebarkan artikel ini
IMG 20220606 WA0034 scaled
SOSWASBANG – Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK saat melaksanakan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di kampus Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB), Senin (6/6). (KP/DPRD Kalsel)

Banjarmasin, KP – Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK berupaya meningkatkan wawasan kebangsaan bagi mahasiswa, terutama di Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB).


“Wawasan kebangsaan ini sangat penting diberikan kepada masyarakat, terutama generasi muda,” kata Supian HK, usai Sosialisasi Wawasan Kebangsaan, di kampus Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Senin (6/6), di Banjarmasin.

Kalimantan Post


Supian HK mengungkapkan, wawasan kebangsaan ini merupakan salah satu metode untuk meningkatkan rasa cinta tanah air, kesadaran membela tanah air demi menjaga persatuan dan kesatuan negara Republik Indonesia.


“Saya mengingatkan kepada generasi penerus agar jangan cepat termakan issue-issue negatif yang bisa memecah belah negara kita,” tambah politisi Partai Golkar.


“Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi,” tegas Supian HK.


Salah satu narasumber, H Puar Junaidi mengatakan, wawasan kebangsaan dapat dimulai dari diri sendiri, kemudian keluarga, hingga skala yang lebih besar seperti Negara.


Dijelaskannya, nilai-nilai dalam empat konsensus dasar mencakup Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, NKRI, dan semboyan Bhineka Tunggal Ika.


Dalam semboyan itu, ia menekankan pada aspek persatuan dan kesatuan dalam setiap perbedaan yang ada.


“Setiap agama, aliran, dan pemikiran tertentu selalu memiliki makna dan tujuan yang sama, sebabnya persatuan merupakan hal yang mutlak dalam keberagaman yang ada,” papar Puar.


Untuk itu, jalinlah persatuan dan kesatuan bangsa dan tanamkan atas kesadaran pribadi. “Jangan mudah terhasut oleh kelompok-kelompok radikal yang ingin memaksakan negara indonesia ini menjadi negara khilafah,” pungkasnya.


Sementara itu, Tajudinnor menyampaikan ilustrasi sejarah Negara di dunia seperti Turki yang sekarang dipimpin oleh Edrogan yang salah satu slogannya “Kalau orang pintar tidak mau terjun ke dunia politik, maka orang jahat yang akan masuk, jelasnya.

Baca Juga :  Wakil Wali Kota Banjarmasin Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Pemurus Dalam


Dikatakan Tajudinnor, dengan pendidikan Pancasila akan meningkatkan akhlak mulia dan pembangunan karakter bangsa.

Sebagai ideologi dan dasar negara Pancasila mempunyai fungsi sebagai acuan dalam mempersatukan Indonesia.


“Wawasan kebangsaan yang kuat, rukun bersatu, berdaya saing tinggi, sejahtera, terjaganya sejarah kebangsaan indonesia dan cinta NKRI meningkatkan kualitas penangkal paham-paham radikal demi lestarinya bangsa,” ujarnya. (lyn/KPO-1)

Iklan
Iklan