Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalteng

Masih Banyak Sekolah Kekurangan Guru

×

Masih Banyak Sekolah Kekurangan Guru

Sebarkan artikel ini
15 katingan
Anggota DPRD Katingan Rudi Hartono. (kp/isnaeni)

Kasongan, KP – Meskipun Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) berganti-ganti, mamun masih saja sekolah-sekolah di Kabupaten Katingan ini kekurangan guru. Utamanya, di bagian hulu Katingan.

Salah satunya adalah sekolah satu atap (satap) di Kecamatan Bukit Raya. Demikian yang diungkapkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupeten Katingan, Rudi Hartono, Senin (30/5/2022).

Kalimantan Post

Temuan ini menurut Rudi, saat dirinya mengunjungi sekolah tersebut, dalam rangka menunaikan kewajiban tufoksinya selaku wakil rakyat di daerah pemilihan (dapil) Katingan III, yaitu melakukan reses. “Saat saya tanyakan dengan fihak sekolah, sekolah tersebut tidak ada guru matematika,” terang Rudi.

Bukan hanya satu sekolah dan tidak hanya kurang guru matematika saja, tapi menurut Rudi ada pula beberapa sekolah yang tidak ada guru agama, guru bahasa Indonesia, IPA dan sejumlah guru penting lainnya.

Dengan ketiadaan guru-guru di sekolah tersebut, legislator partai politik (parpol) berlambang pohon beringin ini mengaku prihatin. “Karena, jika kasus ini tidak segera ditindak lanjuti, dunia pendidikan di daerah kita, kian tahun bukannya semakin membaik, tapi akan kian menurun,” ujarnya.

Terkait masalah kekurangan guru ini, dirinya berharap dengan sangat kepada kepala Disdik setempat, agar segera turun ke lapangan. Sehingga, dapat mengetahui sekolah-sekolah mana saja yang kekurangan guru dimaksud. “Jika ada sekolah yang tidak ada guru bahasa Indonesia, secepatnya juga untuk ditempatkan di sekolah tersebut.

Jika sebelumnya ada guru matematika di sekolah tersebut, namun sudah tidak ada lagi lantaran minta mutasi ke sekolah lain, kepala dinas harus mencarj tahu alasan pemutasiannya. Mungkin kepala dinas belum mengetahui pemutasian tersebut lantaran kasusnya terjadi di era kepala Disdik sebelumnya. “Tapi, jika bisa menemukan alasannya, hal itu bisa menjadi salah satu bahan untuk evaluasi ke depan,” tandas mantan pimpinan SKU Katingan Post ini. (Isn/K-10)

Baca Juga :  Legislator Kapuas Dukung Penuh Program Satu Desa Satu Miliar
Iklan
Iklan