Banjarmasin,KP – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin Arufah Arif menyatakan kekhawatirannya, naiknya berbagai kebutuhan pangan dan bahan bakar minyak (BBM).
Masalahnya karena dengan naiknya berbagai kebutuhan pangan dan BBM itu membuat ekonomi masyarakat akan semakin tertekan.
” Kondisi tentunya dikhawatirkan berpotensi meningkatnya jumlah masyarakat yang dikategorikan miskin,” ujarnya.
Kepada {KP} Rabu (20/7/2022) ia mengemukakan, saat kebutuhan harga pangan dan BBM mengalami kenaikan daya beli masyarakat dipastikan menurun drastis.
Anggota dewan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini juga berpendapat, selain naiknya harga kebutuhan pokok, faktor naiknya inflasi juga bisa memicu bertambahnya warga miskin.
Arufah menandaskan, kebijakan pemerintah untuk mengembalikan harga kebutuhan pokok dan BBM sangatlah mendesak.
“Langkah itu harus secepatnya segera diatasi guna mencegah bertambahnya angka kemiskinan,” tandas wakil ketua komisi yang diantaranya membidangi masalah kesejahteraan masyarakat (kesra) ini.
Lebih jauh ia mengatakan, sebelumnya jumlah warga miskin di Banjarmasin maupun secara nasional mengalami tren penurunan.
Namun angkanya itu ujarnya, diprediksi naik menyusul dampak wabah virus corona (Covid-19) yang dialami sejak tahun 2020 lalu.
Arufah Arif mengakui, untuk meningkatkan kembali perekonomian di kota ini, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina membuat sejumlah kebijakan. Diantaranya, memberikan bantuan dan kesempatan kepada warga untuk mengikuti program wirausaha baru (WUB)
Bahkan program WUB itu dijadikan Ibnu Sina sebagai salah satu skala prioritas dalam melaksanakan visi misinya yang dituangkan dalam RPJMD Kota Banjarmasin tahun 2021-2026.
“Sejalan dilaksanakannya program itu kita berharap akan berbanding lurus dalam upaya menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan di kota ini,” tutup Arufah Arif. (nid/K-1)















