Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Ancaman Kepunahan Terjadi Akibat Cemaran HSFO di Sungai

×

Ancaman Kepunahan Terjadi Akibat Cemaran HSFO di Sungai

Sebarkan artikel ini
Hal 10 2 Klm Kepunahan
TERCEMAR- Inilah kondisi air Sungai Awang yang Tercemar tumpahan HSFO. (KP/Zakiri)

Banjarmasin, KP – Terjadinya cemaran limbah yang berasal dari jenis dari minyak jenis high sulfur fuel oil atau HSFO yang mencemari aliran sungai di Banjarmasin rupanya akan berdampak besar bagi ekosistem lingkungan. Khususnya di sungai-sungai yang terjadi cemaran.

Dosen Biologi, FKIP ULM, Kaspul mengatakan, cemaran dari bakar yang biasa digunakan untuk mesin diesel putaran rendah pada perkapalan hingga bahan bakar industri ini mengandung logam berat yang berbahaya yang secara langsung membahayakan kehidupan makhluk hidup di air.

Kalimantan Post

Pasalnya, dalam jangka lama, kondisi cemaran justru dapat menyebabkan keracunan bagi manusia melalui proses biomagnifikasi atau keracunan melalui rantai makanan karena penimbunan zat beracun secara perlahan-lahan.

Menurutnya, jika dibuang ke sungai, hal tersebut dapat mencemari lingkungan perairan sungai karena dapat mengubah sifat fisiko-kimia air sungai.

Secara fisika limbah oli yang dibuang ke sungai menutupi permukaan sungai dengan mengubah sifat fisika air sungai.

Seperti menurunkan tegangan permukaan air, menghambat penetrasi cahaya ke dalam sungai, menghambat singgungan udara dengan permukaan air sungai, mengubah tekanan hidrostatik dan mengubah suhu air.

Kemudian, cemaran bahan kimia cair salam bentuk minyak ini jika terjadi di sungai juga mengubah sifat kimia air.

Yakni perubahan pH air, perubahan daya larut oksigen dalam air, perubahan kandungannya oksigen dan karbon dioksida dalam air.

Tidak hanya sampai disitu, ia membeberkan perubahan fisika dan kimia dalam air akibat limbah tersebut dapat mengakibatkan terjadinya perubahan mikro-organisme dengan mematikan mikro-organisme air.

“Yang berakibat proses dekomposisi atau penguraian oleh bakteri menjadi terganggu dan mengganggu keseimbangan ekosistem kehidupan makhluk hidup di sungai,” ucapnya pada awak media belum lama tadi.

Selain itu, menurut Kaspul apabila limbah tersebut bakal membuat peningkatan reproduksi dari mikro-organisme lain misalnya alga/ganggang.

Baca Juga :  Sambut Ramadhan, Wali Kota Yamin Serahkan Bantuan 33 Panti Asuhan

“Jika alga/ganggang ini meningkat jumlahnya secara berlebihannya (alga blooming) maka akan mengakibatkan air sungai menjadi hijau/biru dan berbau tak sedap,” tukasnya.

“Tidak Melimpahnya alga juga mengakibatkan keseimbangan ekosistem air sungai menjadi terganggu, dalam jangka panjang dapat menyebabkan punahnya biota air tertentu,” pungkasnya. (Kin/K-3)

Iklan
Iklan