Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Opini

Heboh Tambang Ilegal di Hulu Sungai Tengah

×

Heboh Tambang Ilegal di Hulu Sungai Tengah

Sebarkan artikel ini

Oleh : Sarinah A
Pegiat Pena Banua

Dikutip pada halaman https://kalsel.antarnews.com (3/08/2022), pada tanggal 29 Juli 2022 beredar foto-foto dan video aktivitas tambang batu bara yang dilakukan secara manual di Batu Harang, Desa Mangunang Seberang, Kecamatan Haruyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Pada foto-foto dan video tersebut terlihat ratusan karung berisi batu bara berjejer. Batu bara digali hanya menggunakan cangkul tanpa alat berat.

Kalimantan Post

Mengetahui adanya penggalian tambang secara illegal, kepolisian setempat segera bergerak cepat untuk menghentikannya. Kapolsek di Kecamatan tersebut menegaskan bahwa aktivitas tambang illegal tersebut dilarang, karena tidak mempunyai izin. Jika aktivitas tersebut itu masih berlanjut, maka proses hukum akan berlaku.

Sedangkan Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan HST, Irfan Sunarko saat dikonfirmasi menyebutkan memang mengetahui sejak tanggal 29, namun ia menduga aktivitas itu sudah dilakukan seminggu lebih. Ia juga menduga ada upaya sistematis yang dilakukan pihak tak bertanggung jawab untuk melegalkan tambang di HST tersebut (https://kalsel.antarnews.com/,3/08/2022).

Warga setempat yang menolak keras adanya tambang juga membeberkan, lokasi tambang manual sempat dijaga beberapa orang preman. Tujuannya agar tidak ada orang yang masuk. Dia mengungkapkan dalang dari aktivitas tersebut merupakan orang-orang yang dulu pernah membuka lahan (https://kalsel.antarnews.com/ ,3/08/2022) .

Perlu diketahui bahwa Hulu Sungai Tengah merupakan Kabupaten yang tidak menginginkan adanya kegiatan pertambangan diwilayahnya, hal ini karena ingin menjaga dan melestarikan alam serta lingkungan sekitarnya khususnya penggunungan meratus yang ada disana.

Rakyat disana paham dampak buruk yang akan ditimbulkan oleh adanya kegiatan pertambangan, diantaranya adalah kerusakan lingkungan. Sehingga mereka menolak keras kegiatan tambang diwilayahnya.

Terlepas legal maupun ilegal kegiatan pertambangan yang ada di Indonesia, tetap saja semua memberikan dampak buruk bagi lingkungan juga masyarakatnya.

Baca Juga :  Krisis BBM Berulang, Salah Sistem atau Salah Kelola?

Namun pada sistem kapitalisme hari ini, sumber daya alam yang harusnya menjadi berkah bagi manusia justru menjadi kutukan karena menimbulkan berbagai bencana dan kerusakan yang merugikan manusia.

Hal ini disebabkan oleh pengelolaan sumber daya alam dalam kapitalisme hanya memperhatikan meraih keuntungan sebanyak-banyaknya dengan cara apapun walaupun mengeksploitasi alam serta merusaknya. Walaupun sudah ditentukan dengan berbagai aturan untuk meminimalkan dampak buruknya, namun sebagian oknum pengusaha tetap bebas bermain curang guna mencari untung.

Untuk mengakhiri semua kekacauan pengelolaan sumber daya alam ini, mau tak mau kita harus mengembalikan semuanya sesuai ketentuan syariah Islam. Islam merupakan agama yang terpancar darinya segala peraturan hidup bagi umat manusia, termasuk dalam hal pengelolaan sumber daya alam.

Dalam pandangan Islam, sumber daya alam dengan jumlah yang besar serta tidak terbatas merupakan harta milik umum. Artinya kekayaan sumber daya alam merupakan harta milik umat. Dimana pengelolaanya akan dilakukan oleh negara dan hasilnya untuk kemaslahatan umat. Dengan demikian, sumber daya alam dalam Islam akan menjadi berkah bagi umat manusia.

Hal ini tentu hanya berlaku pada negara yang menjadikan islam sebagai pandangan hidupnya. Adapun dalam sistem kapitalisme hari ini, islam tidak dijadikan pandangan hidup sepenuhnya dalam segala bidang, maka wajar jika pengelolaan sumber daya alam bisa dikuasai oleh pihak individu maupun korporat, yang dampaknya tidak memberikan berkah tapi malah menjadi kutukan bagi umat manusia.

Jadi, sudah seharusnya kita berhenti berharap pada sistem kapitalisme ini. Tapi kembali kepada islam yang sempurna dari Sang Pencipta; Allah SWT agar kekayaan sumber daya alam yang kita miliki menjadi berkat bagi umat manusia. Wallahu’alam bis shawab.

Iklan
Iklan