Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Khawatir Terjadi Lonjakan Harga Gegara Rencana Kenaikan BBM

×

Khawatir Terjadi Lonjakan Harga Gegara Rencana Kenaikan BBM

Sebarkan artikel ini
Hal 10 2 KLm Khawatir BBM Naik
JUAL SAYUR - Salah satu pedagang sayur di pasar tradisional Banjarmasin. (KP/Zakiri)

Banjarmasin, KP – Adanya rencana kenaikan bahan bakar jenis solar dan pertalite dari pemerintah pusat dipastikan akan berdampak pada harga komoditas kebutuhan pokok di pasaran.

Kepala Bidang (Kabid) Penguatan dan Pengembangan Perdagangan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin, Rakhman Norrahim pun mengaku tak bisa apa-apa jika rencana kenaikan harga BBM dilaksanakan.

Kalimantan Post

Menurutnya, kebijakan tersebut secara otomatis akan berpengaruh pada harga-harga bahan pokok di pasaran.

“Kalau BBM naik, maka mereka terpaksa menaikkan harga untuk menyesuaikan biaya angkut yang bertambah,” ucapnya saat dihubungi awak media, Kamis (25/08) siang.

Ia menjelaskan, bahwa hal tersebut dikarenakan pergerakan harga BBM merupakan salah satu aspek yang jadi pendorong perubahan harga di pasar.

Kendati demikian, diterangkannya bahwa saat ini kondisi harga-harga bahan pokok masih normal alias belum terjadi lonjakan di Banjarmasin.

“Kalaupun ada, kenaikan harganya masih bisa ditoleransi, karena kurangnya pasokan yang masuk, bukan karena rencana kenaikan harga BBM. Misalnya bawang merah dan cabai,” ujarnya.

Namun, ia mengaku khawatir kondisi harga ini akan diperparah jika rencana kenaikan harga BBM resmi diberlakukan.

“Infonya tinggal ketuk palu aja lagi di DPR RI, jadi kalau resmi naik. Mau tidak mau harga sejumlah komoditas di pasaran pasti juga akan naik,” pungkasnya.

Sebelumnya, isu kenaikan harga BBM jenis Pertalite dan Solar Subsidi kembali mencuat ke publik. Namun berdasarkan pantauan di lapangan, harga kedua jenis BBM tersebut masih berada di harga normal.

Pengawas SPBU Belitung Banjarmasin, Fatur mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih menjual BBM dengan harga normal seperti biasa. Seperti jenis Pertalite masih seharga Rp 7.650, dan Solar 5.150.

Kendati demikian, ia mengakui bahwa kabar kenaikan dua jenis BBM subsidi tersebut sudah tersebar. Namun itu masih sebatas isu saja. Untuk kenaikan harganya pun juga masih belum jelas.

Baca Juga :  Poskamling Diminta Aktif Lagi, Keamanan Lingkungan Harus Berkelanjutan

Pasalnya, dirinya sendiri pun masih belum menerima edaran resmi dari Pertamina mengenai kenaikan harga jual Pertalite dan Solar.

Menurutnya, saat ini isu kenaikan BBM tidak seperti dulu, ada informasi lebih dulu.”Tidak tau masyarakat langsung naik, seperti awal-awal bulan kemarin, banyak yang kurang tahu,” ungkapnya.

“Tapi dari kami selaku penyalur BBM hanya mengikuti aturan dari Pertamina saja, kalau sudah ada instruksi naik kami juga naik, kalau turun ya turun,” tutupnya. (Kin/K-3)

Iklan
Iklan