Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Ekonomi

Stok Melimpah, Harga Bawang Merah dan Migor Curah Turun

×

Stok Melimpah, Harga Bawang Merah dan Migor Curah Turun

Sebarkan artikel ini
8 3klm stok
MELIMPAH - Pasokan melimpah dalam pekan ini, harga bawang merah mulai turun dan minyak goreng curah dijual di bawah HET. (KP/Opiq)

Banjarmasin, KP – Ketersedian bahan pokok seperti minyak goreng dan bawang merah di pasar tradisional di Kota Banjarmasin cukup melimpah dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Karena stok yang cukup banyak, harga kedua komoditas ini pun mengalami penurunan harga di pasaran.

Saat ini, harga bawang merah di tingkat eceran berkisar antara Rp 35 ribu sampai Rp 40 ribu. Padahal, beberapa pekan sebelumya sempat menyentuh harga Rp 70 ribu, bahkan lebih.

Kalimantan Post

Begitu pula halnya dengan minyak goreng curah, saat ini dijual Rp 13 ribu per liter. lebih murah dari harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan Rp 14 ribu per liter.

Meminjam data dari Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) per tanggal 21 Juli 2022, ketersediaan minyak goreng di pasaran mencapai 3 juta liter. Sementara stok bawang merah mencapai 500 ton di tingkat distributor.

Kepala Disdag Kalsel, Birhasani, belum lama ini menyampaikan, persediaan bawang merah di Pasar Harum Manis Banjarmasin bisa mencapai 600 ton. Meski begitu, katanya, harga sejumlah komoditas lain masih bertahan di harga tinggi.

Agar tak terjadi lonjakan harga, sejumlah langkah dilakukan pemerintah daerah, dengan tujuan untuk mengurangi kendala yang menyebabkan harga menjadi mahal.

“Pemerintah daerah sudah memanggil beberapa distributor atau pedagang besar bawang merah untuk meminta penjelasan. Jadi, sebenarnya pasokan cukup aman, hanya saja harga beli mereka di petani yang tinggi,” ungkap Birhasani.

Dalam hal ini, lanjutnya, pemerintah daerah terus membantu agar pendistribusiannya tetap lancar. Termasuk proses bongkar muat di pelabuhan.

“Kita selalu koordinasikan dengan petugas-petugas di lapangan supaya semua lancar dan tidak ada hambatan,” katanya lagi.

Beberapa komoditi yang cenderung bertahan di harga mahal diantaranya adalah telur ayam ras Rp 30 ribu kilogram, cabai rawit lokal Rp 120 ribu per kilogram, cabai tiung Rp 100 ribu per kilogram, cabai merah besar Rp 80 ribu per kilogram.

Baca Juga :  Kepala Perwakilan BI Yuliansyah Sebut Penggunaan Kanal Digital Belum Optimal

Sementara, harga kebutuhan pokok lainnya, seperti gula pasir masih stabil di harga Rp 14 ribu per kilogram, harga daging ayam rasa turun dari Rp 40 ribu menjadi Rp 35 ribu per kilogram. (Opq/K-1)

Iklan
Iklan