Banjarmasin, KP – Masyarakat yang tinggal di Persisir sungai mendapatkan bantuan dari anggota Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polresta Banjarmasin.
Anggota melakukan penyisiran perairan Sungai Martapura – Barito Banjarmasin kemudian memberikan bantuan paket sembako kepada warga di Bantaran Sungai Kuin Kecil dan Mantuil, Kamis (8/9).
Kegiatan dipimpin Kabag Sumda, Kompol Anna Septiana, didampingi, Kabag Ren, Kasat Sat Polairud Polresta Banjarmasin.
Dikatakan Kabag Sumda Polresta Banjarmasin, Kompol Anna Septiana, didampingi Kasat Polairud Polresta Banjarmasin, AKP Christugus Lirens, membagikan sembako berisikan Beras, Gula, Teh, Mie, Sarden dan lain-lain, dimana tujuannya karena terkait dengan kenaikan BBM.
“Kita mencoba untuk peduli kepada rekan-rekan tentunya, disana kita membagikan kepada orang-orang dianggap tak mampu yang tinggal di pesisir sungai. Adapun pembagian ini paling tidak meringankan, walaupun tidak seberapa harganya, paling tidak kita meringankan mereka untuk keluarga secukupnya,” ujarnya.
Menurut dia, kegiatan semacam ini tidak hanya digelar hari ini (kemarin), kegiatan ini nanti akan dilaksanakan setiap hari.
“Kita ingin meringankan beban warga yang membutuhkan. Dan bantuan yang secukupnya ini kita bagikan 100 bingkisan,” tukasnya.
Sehari sebelumnya kegiatan serupa juga digelar jajaran Polsekta Banjarmasin Utara bersama anggota Polresta Banjarmasin, yang mana bantuan paket sembako dibagikan kepada warga tak mampu, serta tukang ojek dan sopir taksi.
Adapun lokasi pembagian sembako ada di tiga titik, yakni di Jalan Kayu Tangi Ujung tepatnya depan RSUD Ansyari Saleh Banjarmasin, Jalan Tembus Perumnas Banjarmasin Utara dan dan seputaran Kayu Tangi.
Paket sembako yang dibagikan berisikan Beras, Gula, Teh, Mie, Sarden dan lain-lain.
Diketahui, pemerintah resmi mengumumkan kenaikan harga BBM penugasan, subsidi, hingga non subsidi berlaku sejak Sabtu (3/9) lalu.
Kini harga Pertalite resmi naik dari Rp 7.650 kini menjadi Rp 10.000 per liter, Pertamax naik dari dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter, dan Solar subsidi naik dari Rp 5.150 menjadi Rp 6.800 per liter. (fik/K-4)















