Banjarmasin, KP – Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggelar Malam Keakraban dan pembekalan keorganisasian di Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam Mandiangin, akhir pekan lalu.
Mengusung tema ‘Sanjaya, Sanak Sejarah Berkarya’, kegiatan tersebut difokuskan untuk mahasiswa angkatan 2020 dan 2021.
Selain itu, kegiatan tersebut juga melibatkan seluruh elemen yang ada di program studi pendidikan Sejarah FKIP ULM, termasuk para dosen dan alumni.
Diawali pemberian materi keorganisasian di lingkungan kampus, kegiatan kemudian berlanjut di Tahura Sultan Adam Mandiangin selama dua hari dengan berbagai rangkaian acara.
Ketua pelaksana di kegiatan tersebut, Rahmatullah mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk membentuk karakter mahasiswa pendidikan sejarah yang solid dan memiliki persepsi keorganisasian yang mumpuni.
“Kita ingin mempersolid angkatan 2020 dan 2021, karena mungkin diantara mereka belum banyak komunikasi lantaran beberapa waktu ini hanya mengikuti perkuliahan secara daring,” tutur mahasiswa semester 5 asal Anjir tersebut.
Rahmat berharap, para peserta yang mengikuti ini memiliki pemahaman organisasi dan mengenal lingkungannya dengan baik, serta mempunyai bekal yang bisa mereka implementasikan di kehidupan sehari-hari.
“Semoga mahasiswa yang ada lingkungan program studi pendidikan sejarah bisa menumbuhkan rasa cinta terhadap pendidikan sejarah dan mampu memberikan karya, baik secara akademik maupun non-akademik,” tandasnya.
Ketua Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sejarah, Muhammad Sabirin menambahkan, kegiatan ini juga sekaligus sebagai sarana untuk menjalin komunikasi dan silaturahmi antar mahasiswa, dosen, dan alumni Pendidikan Sejarah FKIP ULM.
“Mudah-mudahan ini menjadi momentum awal untuk menjalin silaturahmi seluruh elemen pendidikan sejarah. Bukan hanya mahasiswa, tapi juga dengan alumni,” kata Sabirin.
Sementara itu, dosen pembina Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sejarah, Mansyur, memberikan apresiasi positif terhadap kegiatan yang digagas mahasiswa tersebut.
“Kegiatan seperti ini menjadi salah satu upaya menumbuhkan kecintaan terhadap prodi pendidikan sejarah, disamping juga mempersolid rasa persaudaraan antar mahasiswa dan alumni,” pungkasnya. (kin/K-7)















