Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Tapin

Kendalian Inflasi Daerah
Wamentan RI dan Bupati Tapin Panen dan Tanam Cabai Terpedas

×

Kendalian Inflasi Daerah<br>Wamentan RI dan Bupati Tapin Panen dan Tanam Cabai Terpedas

Sebarkan artikel ini
hal 12 Tapin 35 klm 18
PANEN CABAI – Terpedas Kabupaten Tapin dilakukan Wakil Menteri Pertanian RI Harvick Hasnul Qolbi bersama Bupati Tapin HM Arifin Arpan dan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov Kalsel H Syamsir Rahman. (KP/Ist)

Rantau, KP – Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia Harvick Hasnul Qobli bersama Bupati Tapin HM Arifin Arpan melaksanakan panen raya dan tanam cabai terpedas 17 kalilipat di Desa Hiyung Kecamatan Tapin Tengah Kabupaten Tapin, Selasa (25/10/2022).

Kegiatan panen dan tanam cabai bersama ini dalam rangka pengendalian inflasi di Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan.

Kalimantan Post

Turut serta panen, Dirjen Perkebunan, Dirjen Hortkultura, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov Kalsel, Sekda Kota Palangkaraya Kalteng, Muspida Tapin serta jajaran Dinas Pertanian Kab Tapin.

Wamentan RI dalam sambutannya menyampaikan, bahwa Kabupaten Tapin sudah melakukan semaksimal mungkin dalam rangka pengendalian inflasi, yakni dengan melakukan panen dan tanam cabai.

“Pengendalian inflasi di Kabupaten Tapin sudah cukup baik yakni melaksanakan panen dan tanam cabai, melakukan bedah rumah dan kegiatan padat karya yang sudah hadir di masyarakat,“ jelasnya.

Dikatakan Wamentan RI, Petani wajib bergembira karena harga cabai benar-benar pedes saat ini, kendatipun demikian harus di jaga juga daya beli masyarakat, jangan sampai di petani menguntungkan harga yang baik, pengendalian inflasi juga baik tapi masyarakat tidak bisa beli.

“Jadi kita sampaikan kepada Presiden bahwa kita fokos daya beli masyarakat dari berbagai komoditas pertanian dan juga harus dijaga keseimbangan,“ katanya.

Berharap cabai di Kabupaten Tapin ini dapat dipertahankan karena berbeda dengan daerah lain dan tentunya hilirisasinya bisa dikembangkan.Dengan mengolah berbagai produk yang bahan utama cabai dari segi kemasannya untuk bisa di ekspor di luar.

“Intinya bagaimana kita bisa menghilirisasi bukan hanya sampai di prodak rumatrial, bagaimana cabai ini sampai produk hilirisasinya,“ katanya.

Dikatakan Wamentan bahwa Pemerintah saat ini terus bekerja ekstra dalam memberikan sulusi kepada masyarakat Indonesia, baik itu berkaitan dengan sector pertanian maupun sector lainnya. Jadi kita sebagai bawahan presiden jangan selalu berada dikantor turun langsung kepapangan, apa yang terjadi di masyarakat berikan saran dan masukan.

Baca Juga :  Perempuan Tapin Awali Ramadhan dengan Tadarus Alquran

“Saya kalau ditelpon Presiden, terus beliau tanya lagi dimana, saya jawab di kantor, beliau Presiden tidak begitu suka, jadi beliau minta turun kelapangan temui masyarakat, lihat berbagai persoalan yang terjadi carikan solusi dan jalan keluarnya,“ ujar Wamentan RI disampaikan usai tanam cabai di Desa Hiyung.

Sementara Bupati Tapin HM Arifin Arpan mengatakan, tanaman cabai terpedas ini sudah menjadi andalan sebagai sumber pendapatan istemewa bagi petani di Tapin. Karena harganya sudah cukup tinggi mencapai 90 ribu perkilogramnya.

“Budidaya tanaman cabai ini sudah menjadi sumber pendapatan istemewa di petani Kabupaten Tapin karena harganya cabai sudah tinggi,“ ujarnya.

Saat ini perkembangan budidaya cabai hiyung terpedas ini sudah seluas 116 hektar dari target seluas 420 hektar luas lahan yang akan dikembangkan. Lahannya ini berada di lahan rawa produktif dapat menghasilkan tanaman cabai hiyung terpedas dari cabai biasa.

Jadi kata Bupati saat ini Pemerintah Kab Tapin fosus di bidang pertanian, karena di sector ini telah terbukti menjadi salah satu penopang perekonomian di daerah dan pusat.

“Dengan pertanian kami opiomis dapat menghadapi tantangan global ke depan, srta menjaga ketahanan pangan menuju kedaulatan pangan,“ katanya.

Sementara untuk perkembangan hilirnya masih dalam proses, sehingga benar-benar dapat di terima seluruh masyarakat Indonesia. “Mudah-mudahan cabai tapin terkenal terpedas ini beredar di seluruh Indonesia lebih-lebih keluar negeri,“ harapnya.

Kedatangan Wamentan RI ini diakhiri dengan pemberian cendra mata dari masing-masing da sejumlah bantuan-bantuan dalam rangka pengendalian inflasi daerah. (abd/K-6)

Iklan
Iklan