Komisi IV Dorong Percepatan Revitalisasi SMK

Tanjung, KP – Komisi IV DPRD Kalsel terus berupaya mendorong percepatan revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah Kalsel.

“Revitalisasi ini penting untuk mengembalikan tujuan awal dibentuknya SMK, yakni untuk menghasilkan sumberdaya manusia yang siap kerja,” kata Sekretaris Komisi IV DPRD Kalsel, Firman Yusi.

Hal tersebut diungkapkannya usai melakukan kunjungan kerja Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel ke SMK Negeri 1 Banua Lawas, Kecamatan Banua Lawas Kabupaten Tabalong, Senin (3/10).

Firman Yusi mengungkapkan, revitalisasi SMK ini bertujuan agar SMK-SMK sebagaimana tujuan awalnya dibentuknya SMK ini dapat menghasilkan sumberdaya manusia yang siap kerja.

“Tidak hanya di sektor-sektor formal tapi juga di sektor non formal dan wirausaha”, tambah politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Firman Yusi mengatakan, dipilihnya SMKN 1 Banua Lawas, karena Komisi IV telah mendapatkan informasi sebelumnya bahwa sudah ada ikhtiar-ikhtiar yang sudah dilakukan oleh pihak sekolah, yakni mendorong agar siswanya dapat menjadi wirausaha-wirausaha baru di sektor yang dikembangkan di sekolah, seperti perkebunan dan perikanan.

“Pemprov harus memberikan dukungan penuh agar inisiatif yang sudah diambil sekolah ini dapat berkembang lebih lanjut,” jelas Firman Yusi.

Berita Lainnya
1 dari 5.554
loading...

Ditambahkan, hal ini tidak hanya didukung oleh satu SKPD saja seperti Dinas Pendidikan Kalsel, namun bagaimana menyinkronkan dengan program-program yang ada di SKPD lain.

Sebelumnya, Kepala SMKN 1 Banua Lawas, Bambang Hermanto menjelaskan, sejak awal sekolah ini memang hanya memiliki 2 jurusan umum, yakni jurusan perkebunan (agribisnis tanaman pangan dan hortikultura) dan perikanan.

“Ini sesuai dengan potensi wilayah yang dimiliki,” kata Bambang Hermanto.

Untuk sektor pertanian, saat ini fokus menanam tumbuhan jenis kacang edamame karena miliki nilai jual yang cukup tinggi, mengingat dengan modal 1 kilogram bibit edamame seharga Rp80 ribu mampu menghasilkan lebih kurang 200 kilogram dengan harga jual Rp40 ribu per kilogram.

Sedangkan sektor perikanan, sejak lama telah melakukan pembibitan ikan patin, lele, nila dan ikan lokal jenis gabus dan papuyu yang dijual kepada masyarakat sekitar.

Bambang bersyukur apa yang dilakukan sangat berkaitan dengan mendukung upaya percepatan revitalisasi SMK.

“Diharapkan kerjasama dengan SPKD dan pemerintah daerah bisa terwujud,” tambahnya. (lyn/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya