“Stand Halal food ini merupakan sesuatu yang spesial dengan produk makanan minuman yang teruji kualitasnya, sehingga bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi konsumen untuk menikmatinya,” jelas Birhasani.
BANJARMASIN, KP – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Perdagangan Kalsel berharap dalam gelaran MTQ Nasional ke-29 di Bumi Antasari ini para pelaku usaha dan UMKM dapat memanfaatkan kesempatan bagus ini sebagai peluang untuk memasarkan produk-produknya.
Bukan tanpa alasan, mengingat akan banyaknya para peserta MTQ Nasional serta para tamu dari seluruh Indonesia yang akan berdatangan ke Banua kita.
Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Birhasani, menyampaikan, hal ini terpantau dari penuhnya seluruh hotel dan penginapan yang dipesan oleh para tamu dari berbagai daerah.
“Tentunya ini menjadi peluang pasar bagi produk UMKM kita, karena dipastikan tamu akan berbelanja, baik untuk keperluannya selama di Kalsel, maupun sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang,” ucap Birhasani, baru-baru ini.
Kemudian, lanjutnya, dari beberapa titik tempat kegiatan MTO, Pemprov Kalsel akan memfasilitasi para pelaku UMKM, untuk memasarkan produk-produknya.
Misalnya saja, seperti Expo yang bertempat di RTH Ratu Zaleha Martapura. Di sana akan disiapkan Stand Festival Halal Food, UMKM yang memiliki produk yang sudah bersertifikat halal berupa makanan, minuman maupun produk herbal dapat memasarkannya di lokasi ini.
“Stand Halal food ini merupakan sesuatu yang spesial dengan produk makanan minuman yang teruji kualitasnya, sehingga bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi konsumen untuk menikmatinya,” jelas Birhasani.
Selain itu, di sana juga akan ada layanan konsultasi bagi para pelaku usaha dan UMKM untuk mendapatkan sertifikat halal dan layanan pembuatan NIB.
Di arena expo ini juga diisi gerai UMKM lainnya, untuk memanjakan para tamu yang ingin berbelanja dan bersantai bersama keluarga.
“Di Expo tersebut, Gubernur Sahbirin Noor juga mewajibkan untuk semua SKPD jajaran Pemprov Kalsel untuk mengikutkan UMKM binaannya,” ujarnya.
Selain area Expo, pada panggung utama MTQ, yaitu di Kiram Park juga disediakan stand gratis bagi UMKM, termasuk di sekitar lingkungan Mesjid Bambu Kiram.
Birhasani juga berharap, para pelaku usaha ‘pusat oleh-oleh’ bisa menambah ketersediaan stoknya untuk dipasarkan, seperti camilan, makanan dan minuman, maupun hasil kerajinan seperti sasirangan, permata, produk anyaman dan produk khas Kalsel lainnya.
“Pelaku UMKM harus proaktif dan kreatif memanfaatkan peluang pasar ini. Namun tetap memperhatikan kualitas produk dengan standar produksi yang baik serta menghindari pemakaian bahan berbahaya. Dan yang terpenting adalah menjual dengan harga yang wajar, agar tidak mengecewakan pembeli,” tutupnya. (Opq/K-1)














