Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarbaru

PSK Online Terjaring, Menjadi PSK Sejak Usia 12 Tahun

×

PSK Online Terjaring, Menjadi PSK Sejak Usia 12 Tahun

Sebarkan artikel ini
Hal 10 2 KLm BJb 2
DUKUNG PROGRAM- Guna mendukung program perkembangan menuju era cipta kondisi Satpol PP Kota Banjarbaru yang di pimpin langsung oleh Kasatpol PP Kota Banjarbaru Hidayaturrahman berhasil mengamankan belasan Penjaja Seks Komersil (PSK) online. (KP/Devi)

Banjarbaru,KP- Guna mendukung program perkembangan menujy era cipta kondisi Satpol PP Kota Banjarbaru yang di pimpin langsung oleh Kasatpol PP Kota Banjarbaru Hidayaturrahman berhasil mengamankan belasan Penjaja Seks Komersil (PSK) online yang biasa beroperasi malalu aplikasi (Michat). Rupanya tidak hanya tiga PSK dewasa, Satpol PP Kota Banjarbaru juga mengamankan 10 PSK remaja pada dua lokasi berbeda.

Tiga PSK tresebut masing masing berinisial AI (21), AZ (15) dan HA (16). Pertama mereka di Jalan Pandu Kelurahan Kemuning dan Jalan Bina Satria Gt. Jingah Loktabat Utara. Kasi PPNS Opsdal Satpol PP Kota Banjarbaru, Yanto Hidayat berkata giat tersebut berdasarkan laporan dari warga sekitar yang resah dengan adanya kegiatan prostitusi dan juga temuan anggota.

Kalimantan Post

“Mereka melakukan aktivitas di kost-kostan di tiga daerah di depan Qmall, Kelurahan Komet, Kemuning dan Loktabat Utara, saat itu kami melakukan pemancingan untuk bertransaksi dengan undercover kami dari Satpol dan berbuah hasil,” jelasnya

Saat ini sebagian sudah dititipkan di Rumah Singgah Berkarakter 5 orang, 1 orang sebagai PSK, 2 orang sebagai GM atau penyalur dan 2 orang sebagai penyalur. Terkait PSK online, tidak ada ketentuan tempat, bisa di kost-kostan, penginapan maupun hotel tergantung transaksinya.

Adapun yang dititipkan di rumah singgah kata Yanto, akan dititipkan hingga hari Senin dengan beberapa pembinaan dari Dinas Sosial dan PPPA.

“Ada yang umur 15 tahun, yang mengaku sudah menggeluti aktivitas tersebut dari umur 12 tahun, dan mereka dengan rata-rata mereka melayani laki-laki 5 – 7 orang dengan tarif Rp500 ribu hingga Rp1,4 juta sekali kencan,” bebernya.

Hal tersebut didasari oleh faktor ekonomi dan gaya hidup mereka yang enggan meninggalkan aktivitas terlarang tersebut.

Baca Juga :  Erna Lisa Halaby Salurkan 100 Paket Sembako untuk Warga Banjarbaru Selatan

“sebagian juga ada yang ikut jadi anak funk. Makanya bisa jadi PSK” Tambahanya.

Dari semua PSK dan remaja yang terjaring giat Cipta Kondisi tersebut, Yanto menegaskan tidak ada satu orang pun dari Banjarbaru.

“Alhamdulillah tidak ada warga Banjarbaru, mereka orang luar dari kabupaten sebelah (Banjar) ada yang sudah menghubungi Dinas Sosial, ada yang datang orang tuanya, kita kordinasikan hari Senin kita antar ke orang tua atau kabupaten terkait,” Ujarnya. (dev/k-3)

Iklan
Iklan