Dewan Minta Segera Atasi Penyakit Gatal Anak

Anggota Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Taifik Husin meminta agar Dinas Kesehatan setempat melakukan penanganan dan upaya pencegahan penyakit gatal-gatal pada anak.

BANJARMASIN, KP – Anggota Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Taufik Husin meminta Dinas Kesehatan setempat melakukan penanganan dan upaya pencegahan dalam mengatasi penyakit gatal-gatal yang dialami puluhan anak di Kelurahan Alalak Utara.

“Meski hanya gatal-gatal, namun ini jenis penyakit menular, sehingga dibutuhkan pencegahan serius agar penderitanya tidak terus bertambah, apalagi sampai menimbulkan kejadian luar biasa (KLB),” kata Taufik Husin.

Kepada KP, Kamis (17/11/2022), Ia menjelaskan sebagaimana dilaporkan, sebanyak 36 siswa SDN  Alalak Utara 3 menderita penyakit gatal-gatal dan diindikasikan gejala scabies atau biasa disebut kudis.

Menurut Taufik Husin, karena penyebab penyakit itu dipengaruhi masalah lingkungan, maka Dinkes bersama SKPD terkait juga diminta meningkatkan sosialisasi dalam rangka memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada masyarakat bagaimana menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) 

Berita Lainnya
1 dari 7.120
loading...

“Karenanya mengetahui dan mencegah sejak dini penyakit itu lebih baik dalam menjaga kesehatan kita,” tandasnya.

Anggota dewan dari Fraksi PDI Perjuangan ini mengakui, selain menerapkan pola hidup bersih dan sehat adalah pentingnya menjaga sanitasi lingkungan.

Namun demikian, Taufik Husin menilai, penanganan dan pengembangan sanitasi di Banjarmasin sampai sekarang masih di bawah target. Salah kendala dihadapi adalah masih minimnya ketersediaan anggaran.

Padahal, menurutnya, sudah menjadi kewajiban Pemko Banjarmasin menangani masalah menyangkut kesehatan itu melalui program peningkatan sanitasi secara berkelanjutan. 

Taufik Husin menjelaskan, sesuai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) setidaknya ada tiga program yang harus direalisasikan oleh pemerintah daerah.

“Ketiga capaian target itu, selain terpenuhi layanan air bersih 100 persen, bebas kawasan kumuh, tapi juga terkait masalah layanan sanitasi lingkungan,” ujarnya, seraya memaparkan, saat ini layanan sanitasi di Banjarmasin masih di bawah 10 persen. (nid/K-7)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya