Tak Kuat Menderita Sakit, Pria Lansia Ditemukan Gantung Diri

korban mengeluh karena menderita penyakit susah buang air kecil

RANTAU, KP – Seorang pria lanjut usia (Lansia) di Tapin berinisial DN (68), ditemukan tewas dengan tergantung seutas tali jenis nilon di rumahnya beralamat Desa Kambang Habang Baru Rt.005 Rw.003 Kec. Salam Babaris Kab. Tapin, Sabtu (26/11) sekitar pukul 11.00 WITA.

Terjadinya bunuh diri, setelah istri mendiang habis dari pasar membeli sayuran. Saat kembali ke rumah didapati suaminya telah tergantung dengan tali jemuran.

Kapolres Tapin AKBP Ernesto Saiser melalui Kasi Humas Polres Tapin AKP Agung Setiawan membenarkan peristiwa tersebut. “Korban DN dan istrinya Sariani tinggal hanya berdua,” ujarnya.

Sebelum ditemukan bunuh diri, Korban menyuruh istrinya untuk membeli sayur.

“Kurang lebih setengah jam setelah membeli sayur istri korban pulang.

Pada saat masuk ke dalam rumah sudah mendapati korban telah tergantung dengan tali jemuran warna kuning,” jelasnya.

Melihat suaminya telah tergantung, istri korban memanggil tetangga dan melaporkan kepada aparat kepolisian.

Berita Lainnya

Oknum Anggota BPK Anbes Rusak Mobil BPK Anemar

KBPP PD Kalsel Dukung Kinerja Polri

1 dari 2,246
loading...

Setelah itu, pihak Kepolisian dan Tim Kesehatan datang untuk melakukan olah TKP.

“Lalu korban diturunkan dan dinyatakan korban memang melakukan bunuh diri,” sebutnya.

Sebab, dari hasil olah TKP, dibuktikan dengan adanya satu utas tali jemuran berukuran kecil panjang kurang lebih 3 meter, satu lembar celana pendek warna cream dan satu lembar celana dalam warna coklat yang ada noda darah.

Hal itu diperkuat hasil visum Dokter Puskesmas Salam Babaris, yang menyatakan korban meninggal karena gantung diri.

“Dengan tanda-tanda seperti, lidah korban menjulur, ada bekas jerat pad aleher korban, telapak tangan dan kuku korban membiru, kelopak mata korban ada pendarahan dan dari kemaluan korban ada mengeluarkan cairan berupa darah,” jelasnya.

Dari keterangan keluarga korban, sebelum meninggal korban mengeluh karena menderita penyakit susah buang air kecil dan harus menggunakan alat bantu berupa selang keteter.

Namun pihak keluarga menolak untuk dilakukan otupsi adanya bunuh diri dan membuat surat pernyataan, karena ini merupakan murni dilakukan gantung diri.

“Istri dan keluarga korban ikhlas menerima terjadinya bunuh diri dan menolak untuk di otupsi, karena pihak keluarga korban menganggap korban meninggal murni karena gantung diri,” tukasnya. (abd/K-4)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya