Kandangan, KP – Tim dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia (RI) meyampaikan hasil audit standarisasi dan sertifikasi Ruang Bermaian Ramah Anak (RBRA) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kamis (10/11/2022) lalu di Aula Rakat Mufakat Kantor Sekretariat Daerah setempat.
RBRA yang diaudit yakni Taman Bermain Palidangan Sehati di Jalan Pemuda Kandangan, serta Taman Darmansyah Zauhidie di Jalan Ahmad Yani Kandangan.
Asdep Pemenuhan Hak Anak Atas Pengasuhan dan Lingkungan, Kementeriaan PPPA, Rohika Kurniadi Sarimengapresiasi kordinasi, singkronisasi, sinergi dan intervensi yang dilakukan Pemkab HSS dalam perwujudan Kabupaten Layak Anak.
“Salah satunya dengan terpenuhinya hak bermain anak, yang sangat penting sebagai bagian dari ruang publik yaitu RBA Palidangan Sehati dan Darmansyah Zauhidie,” sebutnya.
Pihaknya menyimpulkan, Taman Palidangan Sehati mendapatkan nilai 508, dan diusulkan mendapatkan Surat Keputusan (SK) untuk pemberian anugerah, dengan peringkat RBRA tanpa perbaikan sesuai dengan yang tertera pada berita acara.
Begitu pula dengan Taman Darmansyah Zauhidie mendapat nilai 498, dan juga diusulkan untuk mendapatkan SK untuk pemberian anugerah dengan peringkat RBRA tanpa perbaikan.
Peringkat RBRA terbagi atas beberapa tingkatan, berdasarkan kesesuaian dengan persyaratan. Pertama RBA Pratama dengan rentang nilai 249-285, RBRA Madya dengan rentang nilai antara 286-321.
Lalu, RBRA Nindya rentang nilai antara 322-368, RBRA Utama rentang nilai 360-423, dan yang paling tinggi adalah RBRA rentang nilai 418-510.
Wabup HSS Syamsuri Arsyad mengatakan, pihaknya akan terus menjaga, mempertahankan dan meningkatkan standarisasi untuk RBRA Palidangan Sehati dan RBRA Darmansyah Zauhidie.
Jangan sampai setelah dinilai nanti terabaikan, sibuk dengan kegiatan OPD masing-masing yang tergabung dalam Pokja, jangan sampai yang sudah terstandarkan terlupakan,” harapnya.
Syamsuri mengingatkan jajarannya, agar tempat-tempat yang dinyatakan sebagai tempat ramah anak malah terjadi hal-hal yang kontradiktif.
“Catatan penting bagi kami untuk menambah CCTV di tempat-tempat tertentux, supaya terlihat dari penjaga taman jika ada gejala anak yang perilakunya kurang mendukung bisa dari awal diantisipasi, jangan sampai terjadi baru kita menangani,” tuturnya. (tor/K-6)















