Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Tarif Naik, Air Leding Masih Sendat?

×

Tarif Naik, Air Leding Masih Sendat?

Sebarkan artikel ini
Hal 10 3 Klm Sedat
KESULITAN AIR - Warga Gang Indra Jaya RT 05, Kelurahan Kuin Cerucuk, Kecamatan Banjarmasin Barat kesulitan air leding akibat perbaikan pipa di kawasan Jalan Belitung Darat. (KP/Zakir)

Kondisi tersebut akhirnya membuat warga kesulitan dam beraktivitas seperti cuci pakaian, mandi dan masak air minum

BANJARMASIN,KP – Persoalan distribusi air bersih atau leding dari PT Air Minum (PAM) Bandarmasih masih saja mendapat keluhan dari warga alias pelanggannya.

Kalimantan Post

Kali ini, keluhan soal ketersediaan air bersih dirasakan oleh warga Gang Indra Jaya RT 05, Kelurahan Kuin Cerucuk, Kecamatan Banjarmasin Barat.

Warga yang tinggal di kawasan tersebut masing-masingnya mengeluh akibat air leding yang sudah tidak jalan alias mati total selama tiga hari.

Bahkan, pada Rabu (9/11) pagi sejumlah warga Gang Indra Jaya mengecek kran air di rumahnya terpaksa harus bersabar. Pasalnya hanya satu tetesan air pun tak ada yang mengalir.

Mirisnya, kondisi ini terjadi setelah pihak PT Air Minum Bandarmasih resmi menaikkan tarif sebesar 10 persen untuk seluruh kategori pelanggannya, termasuk MBR.

Salah satu warga yang tinggal di sana, Mahyudin mengakui bahwa akhir- akhir ini aliran air bersih di Kawasannya kemacetan air bersih.

Kondisi itu akhirnya membuat warga kesulitan dam beraktivitas sehari-harinya. Seperti cuci pakaian, mandi dan masak air minum.

“Kemacetan air bersih ini sudah sejak tiga hari belakangan ini terjadi,” ungkapnya saat dibincangi awak media, Rabu (9/11) di kediamannya.

Dirinya mengungkapkan, selain mati total selama tiga hari, sebelum ini kemacetan air leding juga terjadi ketika pagi hingga malam hari.

“Kalau malam jalan tapi saya harus menggunakan pompa air, kalau tidak maka tidak jalan,” ucapnya.

Mahyudin juga mengungkapkan, kondisi ini dialami oleh empat rukun tetangga (RT) di kawasan kuin Cerucuk yakni RT 05, 06, 07 dan RT 14.

Senanda, Dahlia juga mengatakan saat ini dirinya hanya bisa mengambil air dari sungai kuin, lantaran air bersih mati total.

Baca Juga :  Safari Ramadhan dalam Mempererat Silaturahmi dan Kebersamaan bersama Atlit, Seniman, Organisasi Kepemudaan, dan Ormas

“Terpaksa lebih terdahulu harus menggunakan air sungai untuk bebasuh piring dan cuci pakaian saja,” katanya.

Namun, untuk air minum dirinya harus mengantre di depan gang, karena di sana pihak PAM Bandarmasih menyediakan tandon untuk digunakan warga.

“Kemarin terakhir pihak PT Air Minum Bandarmasih ngantar air bersih, kalo hari ini belum,” imbuhnya.

“Kami warga di sini sih inginnya pihak terkait segeranya jalankan normal air bersih ini agar masyarakat bisa beraktivitas seperti biasanya,” tandasnya.

Saat dikonfirmasi, Supervisor Transmisi Distribusi 1 di PAM Bandarmasih, Gunawan pun memberikan jawabannya. Diakuinya, distribusi air bersih ke kawasan Kuin Cerucuk memang mengalami kendala.

Ia berdalih, ada pembenahan alias perbaikan yang dilakukan di kawasan tersebut.”Terbaru kita melakukan pembenahan pipa. Dari depan Pasar Kalindo di Jalan Belitung Darat, sampai ke arah kawasan Pertamina,” ucapnya.

Itulah yang membuat air bersih tidak mengalir di wilayah Kuin Cerucuk.

“Kami memasang pipa ukuran 6 inch. Kami sambungkan langsung ke pipa distribusi di kawasan permukiman. Tapi sekarang sudah selesai, dan air sudah ngalir,” jelasnya.

Perbaikan itu sendiri dilakukan secara bertahap. Sebelumnya, pembenahan pipa dilakukan di wilayah Kuin Selatan hingga menuju ke arah Kuin Cerucuk.

Disinggung apa yang membuat pihaknya melakukan pemasangan alias pergantian pipa, Gunawan mengatakan bahwa pipa lama mengalami banyak kebocoran.

Contohnya, pipa di kawasan Pasar Kalindo menuju kawasan Pertamina. Kebocoran pipa, disinyalir cukup tinggi.

Kendati demikian, Gunawan kembali menekankan bahwa kini, perbaikan sudah 100 persen selesai dikerjakan.

“Tinggal melakukan sedikit pembenahan dan evaluasi di beberapa titik. Sekaligus mengontrol, apakah air sudah mengalir dengan normal atau belum,” tutupnya. (Kin/K-3)

Iklan
Iklan