Bersosialisasi pada Era Digital

Oleh : Rifvani Vero Rilmauli Gupti
MahasiswiaIlmu Komunikasi, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Proses sosialisasi merupakan proses penanaman nilai-nilai dan norma pada individu untuk mempersiapkan individu menjadi pribadi yang berperilaku baik di masyarakat. Menurut Peter Berger sosialisasi merupakan proses dimana individu mendalami serta memahami nilai-nilai dan lingkungan sekitarnya sehingga menciptakan kepribadiannya. Proses sosialisasi ini berlangsung selama individu hidup, dari individu tersebut lahir hingga meninggal. Pada era digital kini mengalami perubahan dalam proses sosialisasi, hal ini dikarenakan teknologi yang berkemabang sangat pesat sehinga nilai-nilai yang berasal dari luar cukup sulit untuk dibendung.

Orang tua dan lingkungan sekitar menjadi agen sosialisasi utama pada masa tumbuh kembang individu. Seiring perkembangan zaman pola asuh yang diterapkan oleh para orang tua tentu berubah mengikuti perkembangan zaman. Banyak tantangan dan hal baru yang harus dipelajari para orang tua untuk mendidik anak mereka agar menjadi pribadi yang sesuai dengan norma dan nilai-nilai di masyarakat pada era sekarang.

Pada era society 5.0, acap kali tidak dapat dipisahkan oleh gawai dan internet yang dapat mempermudah kepentingan dan kehidupan kita. Di sisi lain jika tidak memanfaatkan teknologi dengan baik maka teknologi lah yang akan menjerumuskan kita ke hal negatif. Teknologi tentu memiliki manfaatnya dari hal yang mikro hingga hal yang makro, semua sektor terus mengembangkan teknologi untuk mempermudah pekerjaan mereka. Dalam masyarakat heterogen tentu tidak luput dengan memanfaatkan teknologi mulai dari orang dewasa, remaja, lansia, bahkan anak-anak.

Pemanfaatan teknologi pada anak-anak diperkenalkan oleh orang tua atau lingkungan sekitar anak tersebut. Tentunya pada era digital orang tua juga ingin memperkenalkan teknologi pada anaknya agar anak tersebut tidak tertinggal oleh perkembangan teknologi. Namun, sangat disayangkan pada sekarang ini sering kali para orang tua tidak mengawasi penggunaan gawai atau internet pada anak. Hal tersebut menyebabkan banyak anak meniru perilaku atau sikap negatif dari tontonan atau penggunaan internet dan gawai. Banyak anak-anak yang berbicara kasar, bermain fisik dengan temannya hal ini bisa disebabkan karena penggunaan internet dan gawai yang tidak diawasi orang tua.

Berita Lainnya
1 dari 703
loading...

Pada proses pengenalan gawai dan internet pada anak-anak diperlukan pengawasan orang tua. Orang tua harus memberi batasan-batasan pada penggunaan internet dan gawai karena jika tidak ada pendampingan anak-anak akan terlampau menggunakan gawai atau internet. Seperti diketahui anak-anak belum mampu memahami secara komprehensif mana yang baik dan mana yang buruk. Pada usia anak-anak mereka mengikuti dan meniru apa yang mereka lihat dari tontonan dan bahkan lingkungan mereka. Seperti yang kita ketahui pada proses tumbuh kembang anak-anak merupakan proses pembentukan karakter manusia, maka peran orang tua sangat penting dalam pembentukan karakter individu pada usia dini agar memiliki dasar perilaku dan karakter baik di masyarakat.

Seiring perkembangan individu lingkup sosialisasi pun semakin meluas tidak hanya dari keluarga, tetapi juga ada faktor dari luar yang bukan merupakan anggota keluarga inti seperti dari lingkup pertemanan, lingkungan pendidikan, dan bahkan dari media massa. Sosialisasi di lingkup pertemanan individu tersebut pasti akan berhadapan oleh orang-orang yang memiliki sifat dan latar belakang berbeda. Dengan ini, individu akan menyerap dan memahami nilai-nilai yang sudah ditanamkan atau di bawah oleh teman-temannya. Dan selanjutnya faktor luar yang mempengaruhi proses sosialisasi seseorang adalah Lingkungan pendidikan atau pengajar. Lingkungan pendidikan atau seorang guru tidak hanya memiliki peran mengajar secara akademis kepada individu, tetapi juga memiliki peran untuk menanamkan nilai-nilai atau norma-norma dan pembentukan moral kepada siswa-siswinya. Lingkungan pendidikan merupakan instansi pendidikan formal dalam kegiatan belajar mengajar dan juga untuk kegiatan bersosialisasi maupun berinteraksi. Instansi pendidikan merupakan agen sosialisasi yang menjembatani seorang individu agar kapabel bersosialisasi di lingkungan masyarakat.

Aspek-aspek sosialisasi pun semakin kompleks terlebih pada era digital. Teknologi mempermudahkan kita untuk saling terhubung dan berinteraksi. Banyak platform atau media sosial yang sekarang ini menjadi media untuk saling berinteraksi, bertukar informasi, menyebarkan berita, hingga sebagai peluang bisnis. Dengan adanya media sosial memudahkan kita untuk bersosialisasi dengan cakupan yang lebih luas dalam ruang dan waktu yang lebih efisien. Media sosial juga dapat memberikan dampak positif maupun dampak negatif. Dampak positif dari media sosial adalah bisa mendapatkan informasi dengan cepat dan mudah, kita dapat mudah bersosialisasi, berkomunikasi, dan berinteraksi dengan mudah. Selain itu, dampak negatif dari sosial media ketika tidak selektif dalam menerima informasi akan termakan hoaks. Maka dari itu, kita harus selektif menerima informasi yang tersebar di sosial media. Dalam bersosialisasi sosial media dapat mempengaruhi cara dan pola pikir seorang individu yang menggunakan sosial media. Terpengaruhnya cara dan pola pikir individu yang menggunakan sosial media tergantung dengan informasi yang didapat individu tersebut dan bagaimana individu tersebut menanggapinya.

Penggunaan teknologi, internet, dan gawai yang selalu berkembang dan menjadi kebutuhan masyarakat modern sekarang ini. Menurut Schoorl modernisasi merupakan suatu proses penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi ke dalam semua segi kehidupan manusia dengan tujuan untuk mencari dan mencapai taraf hidup yang lebih baik dan nyaman. Penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi telah diimplementasikan di Indonesia dalam berbagai bidang kehidupan, baik dalam bidang politik, ekonomi, maupun sosial. Dengan adanya teknologi dan internet yang semakin modern dan berkembang mempermudah kehidupan masyarakat atau bahkan lembaga-lembaga pemerintah dalam kehidupan sosial. Teori modernisme yang lahir dan berasal dari barat tepatnya Amerika tidak terlepas dari perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan. Namun, karena berasal dari barat yang budayanya berbeda dengan budaya Indonesia maka harus dapat menyaring agar budaya dan nilai-nilai westernisasi tidak dapat merusak kebudayaan lokal.

Dalam proses sosialisasi yang dijalani individu pada era digital yang modern ini masyarakat perlu selektif terlebih pada lembaga-lembaga yang juga ikut berperan dalam proses sosialisasi. Teknologi dan internet yang sangat luas dalam ruang dan waktu terus memforsir masyarakat agar terus berada dalam polarisasi modernisme terlebih dalam bidang teknologi. Perlunya penanaman nilai-nilai dalam diri individu agar tidak terjebak dalam modernisme yang tidak ada akhirnya.

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya