Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
OPINI PUBLIK

Diet Sehat Anak Penderita Diabetes Melitus Tipe 1

×

Diet Sehat Anak Penderita Diabetes Melitus Tipe 1

Sebarkan artikel ini

Oleh : Aulia Tazkia Rahmi
Mahasiswa

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronik dengan insiden yang terus meningkat di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia, sehingga diabetes melitus menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di negara ini. Berdasarkan data yang dimiliki oleh Kementerian Kesehatan (2018), diabetes melitus merupakan penyebab kematian terbesar nomer tiga di Indonesia dengan persentase sebesar 6,7 persen. Pada peringkat dunia, Indonesia menduduki peringkat ke-6 dengan jumlah kasus diabetes sebanyak 10,3 juta jiwa dan dapat melonjak drastis hingga 21,3 juta jiwa pada 2030, apabila tidak ditangani dengan tatalaksana yang tepat.

Diabetes melitus atau biasa dikenal dengan kencing manis adalah penyakit yang disebabkan oleh kadar gula yang tinggi dalam darah. Punthakee, dkk. (2018), menyatakan bahwa diabetes melitus merupakan suatu penyakit kelainan metabolisme yang ditandai dengan hiperglikemia atau kadar glukosa yang tinggi dalam darah, akibat kekurangan insulin, resistensi insulin atau keduanya.

Terdapat beberapa jenis diabetes melitus yang bisa dialami seseorang. American Diabetes Association (2019) menyebutkan bahwa, berdasarkan penyebabnya, diabetes melitus dikelompokan menjadi empat jenis, yaitu diabetes melitus tipe 1, diabetes melitus tipe 2, diabetes melitus tipe lain, dan diabetes dalam kehamilan atau gestasional.

Banyak orang beranggapan bahwa penyakit diabetes melitus merupakan penyakit yang hanya biasa diderita oleh orang dewasa. Selain orang dewasa, ternyata anak-anak usia 5-13 tahun juga bisa mengalaminya, sebagian besar diabetes melitus yang dialami anak-anak adalah diabetes melitus tipe 1. Menurut Mayer Davis, dkk. (2018), sekitar 65.000 anak di dunia didiagnosa diabetes melitus tipe 1 setiap tahun dan insidennya terus meningkat sekitar 3 persen pertahun.

Di Indonesia sendiri, prevalensi diabetes melitus tipe 1 pada anak juga terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hal ini sesuai dengan pernyataan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (2018) yang menyebutkan bahwa kejadian diabaetes melitus tipe 1 pada anak mencapai 1220 kasus pada 2018 dan akan terus meningkat setiap tahunnya.

Banyak faktor yang berkontribusi dalam terjadinya diabetes melitus tipe 1 pada anak. Paschou (2018) mengatakan bahwa faktor-faktor yang berperan dalam patogenesis diabetes melitus tipe 1, diantaranya adalah faktor genetik, epigenetik, lingkungan, dan imunologis. Namun, peran spesifik masing-masing faktor herhadap patogenesis diabetes melitus tipe 1 masih belum diketahui dengan jelas.

Baca Juga:  Menjadi Lansia yang Berdaya dan Sehat di Masa Tua

Untuk memastikan tumbuh kembang anak penderita diabetes melitus tipe 1 ini tidak terganggu maka diperlukan penanganan yang tepat, salah satu penanganan terhadap anak penderita diabetes melitus tipe 1 adalah dengan mengatur dietnya. Smart C.E., dkk. (2018) menyatakan bahwa dengan pengaturan makan ini, anak dapat tumbuh optimal dengan berat badan ideal dan mencegah hipoglikemia. Oleh karena itu, tulisan ini akan meningkatkan pemahaman pembaca mengenai pentingnya diet bagi anak penderita diabetes melitus tipe 1 pada anak.

Definisi DM Tipe 1

Diabetes melitus tipe 1 merupakan penyakit metbolik yang biasanya disebabkan oleh rusaknya sel B pankreas, baik oleh proses autoimun ataupun idiopatik sehingga menyebabkan produksi insulin dalam tubuh berkurang bahkan paling parah bisa berhenti. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Mayer Davis, dkk. (2018) Diabetes mellitus tipe 1 terjadi akibat destruksi sel beta pankreas akibat proses autoimun, walaupun pada sebagian kecil pasien tidak didapatkan bukti autoimunitas atau idiopatik. Umumnya gejala klinis timbul ketika kerusakan sel-sel pankreas mencapai 90 persen.

DM pada Anak

Di Indonesia, angka diabetes melitus tipe 1 pada anak terus saja meningkat, kebanyakan anak-anak tersebut memiliki kontrol glikemik yang buruk sehingga tidak terkontrolnya penyakit diabetes melitu tipe 1 pada anak. Dalam penelitian yang dilakukan Indriyani R dan Adji H (2018), yang mana hasil penelitian tersebut menyebutkan bahwa pada anak dengan diabetes melitus tipe 1 didominasi kontrol glikemik yang buruk walaupun mempunyai status gizi yang baik.

Kontrol glikemik yang baik dan optimal harus dilakukan untuk menghindari komplikasi akibat diabetes melitus tipe 1 pada anak, cara yang tepat untuk mengontrol glikemik dalam tubuh adalah dengan pemantuan gula darah anak. Pulungan AB, dkk (2019) mengatakan, bahwa tujuan pemantauan gula darah pada pasien dengan DM tipe-1 adalah untuk mencapai target kontrol glikemik yang optimal, menghindari komplikasi jangka pendek dan jangka panjang, serta meminimalisasi akibat hipoglikemia serta hiperglikemia terhadap fungsi kognitif. Pemantauan kontrol glikemik dilakukan dengan melakukan pemantauan glukosa darah mandiri, HbA1c, keton, dan pemantauan glukosa darah berkelanjutan. Pemantauan tumbuh kembang merupakan bagian integral dari pemantauan diabetes melitus.

Baca Juga:  Menempa Pasukan Garuda untuk Memelihara Perdamaian Dunia

Gizi Anak DM Tipe-1

Menghindari makanan mengandung indeks glikemik tinggi dan mengkonsumsi karbohidrat yang mudah cerna merupakan salah satu cara untuk mengontrol indeks glikemik pada anak. Dalam penelitiannya, MacLeod J, dkk (2017) mengatakan bahwa gizi yang tepat diperlukan dalam kebiasaan makan, yaitu harus menghindari produk makanan dengan indeks glikemik tinggi, beban glikemik tinggi, dan mengkonsumsi karbohidrat yang mudah dicerna.

Gizi yang baik dibutuhkan agar tumbuh kembang anak dengan diabetes melitus tipe 1 optimal, serta mencegah komplikasi akut dan kronik. Prinsip dari terapi gizi adalah makan sehat. Pasien disarankan untuk mengonsumsi buah, sayur, produk susu, gandum utuh, dan daging rendah lemak dengan jumlah sesuai usia dan kebutuhan energi (Pulungan AB, dkk 2019). Hal tersebut berarti bahwa tumbuh kembang anak penderita diabetes melitus tipe 1 merupakan hal yang harus diperhatikan, cara yang paling tepat, yaitu dengan memberikan gizi yang baik, sehingga tumbuh kembang anak dengan diabetes melitus bisa optimal.

Rekomendasi Diet

Salah satu penanganan bagi anak penderita diabetes melitus tipe 1 adalah dengan cara mengatur dietnya dengan tepat. Menurut Sievenpiper, dkk (2018), diet yang tepat dapat mengontrol kadar glukosa darah dengan mengurangi hemoglobin terglikasi 1,0-2,0 persen, dan jika dikombinasi dengan manajemen diabetes akan mengurangi rawat inap penderita diabetes.

Kebutuhan kalori per hari serta distribusi zat gizi makro makan anak penderita dibetes melitus tipe 1 dapat diatur untuk memberikan asupan dan gizi yang cukup untuk tumbuh dan perkembangan anak. Smart CE, dkk (2018) mengatakan bahwa kebutuhan kalori per hari dapat dihitung berdasarkan berat badan ideal dan dan kecukupan kalori yang dianjurkan. Sebagai panduan, distribusi makronutrien adalah karbohidrat 45-50 persen energi, lemak < 35 persen energi, dan protein 15-20 persen energi. Pasien dan keluarga harus diajarkan untuk menyesuaikan dosis insulin berdasarkan konsumsi karbohidrat. Cara ini diketahui meningkatkan kontrol glikemik dan kualitas hidup anak penderita diabetes melitus tipe 1.

Baca Juga:  Menutup Sarang Emas Pengundang Maut di Kotabaru

Diet rendah karbohidrat merupakan salah satu diet yang banyak dilakukan untuk anak yang mengalami diabetes melitus tipe 1, namun ada kesepakatan yang mengatakan bahwa karbohidrat tidak boleh terlalu dibatasi pada anak-anak penderita diabetes melitus tipe 1. Hal ini dikarenakan dapat mengakibatkan meningkatnya risiko hipoglikemia. Ranjan A, dkk. (2017) dalam penelitiannya mengatakan bahwa diet karbohidrat terbatas dapat meningkatkan risiko hipoglikemia atau berpotensi merusak efek glukagon dalam pengobatan hipoglikemia.

Oleh karena itu diperlukannya strategi utnuk meminimalkan perjalanan postprandial yang disebabkan oleh karbohidrat. Adapun cara yang bisa dilakukan adalah dengan pemberian insulin sebelum makan atau penambahan protein dalam jumlah sedang pada makanan tinggi karbohidrat indeks glikemik tinggi dan meningkatkan asupan serat makanan anak. Paterson MA, dkk (2017) menjelaskan bahwa pengasuhan anak-anak penderita diabetes melitus memerlukan strategi untuk meminimalkan atau mengurangi perjalanan postprandial yang disebabkan oleh karbohidrat. Pra-awal pemberian insulin prandial hingga 15-20 menit sebelum makan atau penambahan makanan mengandung protein dalam jumlah sedang ke dalam makanan yang mengandung sebagian besar karbohidrat, agar membantu mengurangi ekskursi postprandial mengganti indeks glikemiks rendah untuk karbohidrat indeks glikemik tinggi dan meningkatkan asupan serat makanan.

Penutup

Kejadian diabetes melitus tipe 1 pada anak usia 5-13 tahun tergolong tinggi, setiap tahunnya akan selalu bertambah. Diabetes melitus tipe 1 pada anak ini biasanya disebabkan oleh rusaknya sel B pancreas, baik karena proses autoimun ataupun idiopatik sehingga menyebabkan produksi insulin dalam tubuh berkurang bahkan paling parah bisa berhenti. Salah satu hal terpenting bagi anak penderita diabetes melitus tipe 1 adalah gizinya. Gizi yang tepat diperlukan dalam kebiasaan makan anak, yaitu harus menghindari produk makanan dengan indeks glikemik tinggi, beban glikemik tinggi, dan mengkonsumsi karbohidrat yang mudah dicerna. Pemberian asupan makanan yang tepat diperlukan agar tumbuh kembang anak dengan diabetes melitus tipe 1 bisa optimal. Adapun caranya yaitu dengan pemberian insulin sebelum makan atau penambahan protein dalam jumlah sedang kedalam makanan tinggi karbohidrat indeks glikemik tinggi dan meningkatkan asupan serat makanan anak.

Iklan
Iklan