bersyukur dengan langkah yang diambil putranya dalam menggagalkan aksi pencurian
Banjarmasin, KP – Tiga anak mendapatkan penghargaan dari Kapolresta Banjarmasin Kombes Polisi Sabana Atmodjo Martosumito SIk MH.
Tiga anak itu dapat penghargaan karena punya keberanian menggagalkan aksi pencurian Handphone (HP), Selasa (20/12).
Adalah Fajar Parulian Lubis (10), M Nazamil Ilham (10) dan Muhammad Kienan Abgari (10) warga Komplek Herlina perkasa Batu Giok Raya RT 46, Sungai Andai Banjarmasin Utara.
Kombes Polisi Sabana Atmodjo Martosumito SIk MH, didampingi Kapolsekta Banjarmasin Utara, Kompol Agus Sugianto, mengatakan, penghargaan itu diberikan kepada anak-anak yang begitu berani mengambil tindakan saat ada orang yang ingin membawa kabur HP miliknya.
“Ada yang mencegat, berteriak. Hal-hal ini patut untuk dicontoh, karena itu agar kiranya masyarakat bisa berani bertindak jika ada tindakan kejahatan di sekitarnya, cukup berteriak saja jika ada suatu hal yang merugikan,” katanya.
Terlebih, kata dia, saat ini akan memasuki Natal dan Tahun Baru. Sehingga diperlukan kerjasama masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondisi yang kondusif di kota berjuluk seribu sungai ini.
“Jangan takut dengan kejahatan, lawan dan informasikan ke kita. Seperti anak-anak ini, sedikit sudah banyak menolong,” sambungnya.
Saat ini, ujarnya, mengajarkan jiwa-jiwa patriot sejak anak-anak dibutuhkan untuk menghalangi sebuah kejahatan, dengan begitu dari usia dini sudah mengetahui salah dan benar.
Terpisah, salah satu orangtua penerima penghargaan tersebut Erwin Awaludin Lubis sangat bersyukur dengan langkah yang diambil putranya dalam menggagalkan aksi pencurian tersebut.
“Alhamdulilah puji syukur kepada Allah SWT, masih diberikan kesehatan anak saya menahan maling itu, terimakasih juga kepada Kapolresta Banjarmasin telah memberikan penghargaan kepada anak saya,” katanya.
Dengan penghargaan tersebut, ia berharap, bisa menjadi motivasi buat anaknya di masa depan dalam memperjuangkan kejujurannya.
Terlebih, Erwin Awaludin Lubis menyatakan, putranya tersebut sudah dididik untuk melakukan tindakan jika ada sebuah kejahatan di sekitarnya.
“Diajarkan untuk jujur dan jika salah belajar untuk meminta maaf, hal ini sudah dari kecil kita didik supaya nanti dewasanya tahu yang mana baik dan salah,” tuturnya. (fik/yul/K-4)















