“Sudah naik beberapa kali. Sekarang naik lagi. Lumayan tinggi naiknya, mungkin bisa sampai 40 persenan lah untuk beras Banjar, seperti beras siam, unus, mayang, mutiara,” tutur Abi.
BANJARMASIN, KP – Harga beras terus mengalami kenaikan di Kota Banjarmasin dan sekitarnya, khususnya jenis beras Banjar atau beras lokal. Pasokannya yang tidak banyak ditengarai penyebab naiknya harga bahan makan pokok masyarakat ini.
Seperti diungkapkan Said, penjual beras lokal di Pasar Lima, Banjarmasin. Menurutnya, memang beras lokal ini makin sulit didapat.
“Beras Banjar ini satu tahun sekali panennya, makanya stoknya juga sedikit. Kalau beras jawa, lancar saja, harga masih stabil,” ujarnya, Senin (5/12).
Kata Said lagi, saat ini harga beras lokal melonjak naik antara Rp 3 ribu sampai Rp 4 ribu per liternya. “Kami jual paling mahal itu beras unus, tembus Rp 20 ribu per liter,” ucapnya.
Hal serupa disampaikan Abi, pemilik Toko Beras Barokah di kawasan Jalan Sulawesi, Banjarmasin. Dia mengakui, suplai beras akhirnya mendorong turut naiknya harga beras lokal di pasaran.
“Sudah naik beberapa kali. Sekarang naik lagi. Lumayan tinggi naiknya, mungkin bisa sampai 40 persenan lah untuk beras Banjar, seperti beras siam, unus, mayang, mutiara,” tutur Abi.
Abi menceritakan, sebelumnya harga beras mayang, satu sak (karung isi 50 Kg) hanya Rp 540 ribu, tapi sekarang sudah mencapai Rp 800 ribuan.
“Naik sekali harganya. Begitu juga beras lokal lainnya. Petani banyak yang tidak panen, akibatnya stok jadi sedikit,” imbuhnya.
Meski naik, lanjut Abi, kualitas beras saat ini tak lebih bagus dari sebelumnya. Salah satu penyebabnya adalah pada saat proses penjemuran gabah.
“Gabah kurang kering saat dijemur, kemudian langsung digiling. Akhirnya berpengaruh pada kualitas beras yang dipasarkan,” bebernya
Menurut Abi, harga beras lokal yang dihasilkan daerah sentra penghasil, seperti dari Anjir, Gambut dan paling banyak Marabahan ini akan terus naik, jika petani sering mengalami gagal panen. (Opq/K-1)















