Perusahaan di Kalimantan Selatan Minim Tumbuh di Bursa Efek

Banjarmasin, KP – Meskipun ada 12 perusahaan besar tumbuh dan berkembang di Kalsel tetapi sampai tahun 2022 masih minim sekali perusahaan tumbuh besar di Pasar Modal, terang I Gede Nyoman Yetna Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia.

Hal itu terungkap pada acara kegiatan ngobrol santai bareng wartawan di Kordinat Cafe, Kamis (08/12), sekaligus menjelaskan padahal perusahaan di Kalsel banyak yang besar dan potensinya sangat bagus, namun sayang baru dua yang baru masuk Pasar Modal.

Dua perusahaan tersebut yaitu PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk dan PT Jhonlin Agro Raya Tbk dan ia berharap ke depan akan bertambah lagi jumlah perusahaan di Kalimantan Selatan yang masuk pasar modal.

Karena itulah, digelar acara sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) yang merupakan kegiatan yang dilakukan secara rutin dalam rangka meningkatkan literasi dan inklusi industri jasa keuangan khususnya Pasar Modal.

Bahkan, kegiatan ini diselenggarakan dalam rangkaian peringatan 45 Tahun diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia yang mengangkat tema “Menuju Ekonomi tangguh, stabil, dan berkelanjutan”.

SEPMT bertujuan untuk mengenalkan Pasar Modal kepada masyarakat sehingga diharapkan dapat meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Kalimantan Selatan diantaranya Media Gathering bersama Wartawan, Talkshow di Radio, kegiatan CSR berupa penanaman Bakau dan pencegahan stunting dengan total bantuan mencapai Rp 1 miliar, Sosialisasi Pasar Modal sebagai Alternatif Sumber Pendanaan Perusahaan.

Berita Lainnya
loading...

Kegiatan sosialisasi Cerdas Berinvestasi di Pasar Modal kepada komunitas lokal, Kuliah Umum di Universitas Lambung Mangkurat dan UIN Antasari Banjarmasin, serta terakhir Gebyar Pasar Modal sebagai penutup rangkaian kegiatan di Banjarmasin yang dimulai sejak tanggal 10 hingga 11 Desember 2022 di Duta Mall Banjarmasin. Yuk meriahkan Gebyar Pasar Modal di Duta Mall Banjarmasin.

Sementara itu, Sujanto, direktur statistik dan informasi pasar modal OJK, pasar modal menjadi salah satu investasi yang sangat aman dan menjanjikan, karena regulasinya sangat jelas.


“OJK terus mendorong pertumbuhan pasar modal dan membantu mempromosikan pasar modal ke masyarakat,” tambahnya.


Pada kesempatan tersebut, Sujanto juga menginformasikan sekarang ini perusahaan kecil pun bisa masuk pasar modal.


“Yang penting prospek company dan memiliki usaha yang unik dan peluangnya bisa berkembang terus dimana depan,” pungkasnya

OJK secara proaktif dan kolaboratif terus berupaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah gejolak ekonomi global. OJK bersama pemerintah juga sangat optimis dengan kondisi perekenomian di Indonesia ke depan yang akan terus tumbuh secara positif, meskipun indikator pertumbuhan ekonomi dari beberapa negara tetangga justru menunjukkan hal yang sebaliknya.

Kemudian UMKM berperan besar dalam perekonomian Indonesia. Salah satu langkah yang dilakukan OJK dalam mendukung alternatif pendanaan bagi UMKM untuk pengembangan usaha melalui produk Securities Crowdfunding. Hingga 6 Desember 2022, total penghimpunan dana secara nasional melalui SCF telah berhasil dimanfaatkan oleh 326 penerbit dengan total dana yang dihimpun sebesar Rp694,39 miliar dengan 133.862 investor melalui 11 platform penyelenggara SCF. Hal ini apabila dibandingkan dengan Pasar Modal memang terpaut jauh, tetapi SCF telah membuka banyak asa bagi para pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya lebih jauh. (Nau/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya