Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

Bank Indonesia : Ekonomi Terkini dan Outlook 2023 Kalteng.

×

Bank Indonesia : Ekonomi Terkini dan Outlook 2023 Kalteng.

Sebarkan artikel ini
15 kalteng2 7
Kepala Bank Indonesia Kalteng Yura Jalin saat paparan. (kp/ist)

Palangka Raya, KP – Bank Indonesia Kalteng yang dipimpin langsung Kepala Perwakilan BI Yura Jalin, menggelar temu awal tahun 2023 dengan insan pers di salah satu rumah makan di Kota Palangka Raya, Ranu (18/1).

Diawal pertemuania paparkan BI telah menggelar Fashion Show Pesona Tambun Bungai, pada bulan Agustus 2022 lalu, disebutkan potensi benang bintik Kalteng cukup berpeluang untuk memacu ekonomi Kalteng dan menggerek sektor lainnnya.

Kalimantan Post

Yura juga memaparkan ekonomi global, yang diperkirakan akan melambat disertai ketidakpastian yang masih tinggi dampak perang Rusia-Ukraina, masalah covid 19, gangguan rantai pasok , proteksionisme pangan, dan persoalan lain.

Triwulan ke III tahun 2022!pertumbuhan ekonomi dinilai cukup bagus dari eksport pertambangan batu bara, dan CPO, tertinggi di Kalimantan bahkan di Indonesia, dan berkesinambanungan. Yang berada pada 6,75 persen (yoy).

Kalteng juga sempat mengalami Inflasi tertinggi nomor 2 di Indonesia, Agustus dan September dan pada Desember turun jadi 0,28 persen.Volate foood 1,56 persen, core inflation 2,51 persen, administered price 2,24 persen.

Penurunan berkat keberhasilan Pemerintah Daerah melakukan operasi pasar, dan tanam cabe, penambahan jalur penerbangan Palangka Raya-Jakarta. Untuk mengatasi harga beras, Pemerintah Daerah membeli dari daerah produsen beras katau seperti beras Siam.

Upaya lain melakukan penanaman beras lokal dan rencana membangun Rice Milling Plant atau pabrik penggilingan padi modern. Sehingga beras lokal bisa di produksi di daerah sendiri.

Januari 2023 diperkirakan inflasi akan turun akibat beberapa faktor, diantaranya kebijakan Bank Indonesia pro-stability, dan kebijakan pro-growth, guna mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.

Kalteng masih bergantung pada ekonomi yang berbahaya bagi lingkungan seperti batu bara 74 persen, sawit 25 persen, dan lainnya hanya 1 persen.

Baca Juga :  Mengurung Sepanjang Pertandingan, Indonesia Kalah 0-1 Atas Bulgaria di FIFA Series 2026

Untuk itu batu bara dengan cadangan 1,9 milyar ton. Untuk itu perlu dilakukan hilirisasi seperti menjadi bahan bakar cair, briket dll.

Kalteng juga berpeluang menjual karbon (,carbon traiding) tanpa merusak alam (hutan),bidang pariwisata alam (adventure). (drt)

Iklan
Iklan