PT AM Diminta Siapkan Rencana Strategi Bisnis

Bambang Yanto menilai, saat ini setidaknya ada tiga masalah tantangan besar yang akan dihadapi oleh Perseroda (PT) Air Minum Banjarmasin

BANJARMASIN, KP – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin Bambang Yanto SE mengingatkan, PT Air Minum Bandarmasih saat ini menghadapi sejumlah tantangan dalam rangka untuk tetap mempertahankan dan meningkatkan pelayanan air bersih kedepan.

Menyadari itu ia meminta perusahaan yang kini status hukumnya berubah menjadi Perseroan Daerah (Perseroda) PT Air Minum Bandarmasih ini, mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan agar ke depan tetap mampu memberikan jaminan pelayanan terbaik kebutuhan air bersih secara merata kepada seluruh pelanggannya.

” Seperti menyiapkan strategi bisnis untuk dijadikan acuan dalam menjalankan program kedepan,” kata Bambang Yanto.

Hal itu diinginkannya kembali dalam bincang {KP} Senin (301/23). Ia mengemukakan, jika layanan air minum dirasakan hingga saat ini masih belum merata.

Seperti ujarnya, dikeluhkan para pelanggan di kawasan Jalan Tanjung Berkat Kelurahan Teluk Tiram lantaran distribusi air minum di wilayah itu tidak lancar.

Bambang Yanto menilai, saat ini setidaknya ada tiga masalah tantangan besar yang akan dihadapi oleh Perseroda (PT) Air Minum Banjarmasin.

Ketiga tantangan itu katanya, pertama soal sumber pendanaan atau penyediaan investasi, kedua tetap terpenuhi ketersediaan air baku dan ketiga adalah permasalahan pemasangan jaringan perpipaan.

Ia menyebutkan, saat musim kemarau salah satu tantangan itu hampir setiap tahun dampaknya dirasakan oleh seluruh pelanggan.

Ia menyebutkan, saat musim kemarau salah satu tantangan itu hampir setiap tahun dampaknya dirasakan oleh seluruh pelanggan.

Berita Lainnya
1 dari 7,251

“Masalahnya. karena saat musim kemarau membuat PDAM Bandarmasih tidak mampu memberikan pelayanan secara maksimal lantaran ketersediaan air baku menyusut secara drastis karena mengalami kekeringan,” ujarnya.

Terkait ancaman krisis air baku ini Bambang Yanto mengakui, sebelum berubah menjadi Perseroda, PDAM sudah cukup lama menyiapkan program berupa pembangunan embung yang direncanakan berlokasi Pematang Panjang, Kabupaten Banjar.

“Masalahnya. karena saat musim kemarau membuat PDAM Bandarmasih tidak mampu memberikan pelayanan secara maksimal lantaran ketersediaan air baku menyusut secara drastis karena mengalami kekeringan,” ujarnya.

Perlu Tambahan Modal

Sebelumnya secara terpisah Direktur Utama PTAM Bandarmasih Ir. Yudha hingga saat ini distribusi air bersih masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi Pemko Banjarmasin.

Kendati ujarnya, perubahan badan hukum dari Perusahaan Daerah (PD) menjadi Perseroan Daerah (Perseroda), tidak otomatis menjadikan perusahaan yang kini bernama PT. Air Minum Bandarmasih itu menjadi sebuah perusahaan yang sehat.

“Masih banyak yang perlu kita tata dan kita benahi,” tandasnya.

Ia mencotohkan, untuk biaya operasional saja, PTAM Bandarmasih harus merogoh kocek lebih dari Rp 26 miliar.

Pengeluaran itu ungkapnya, tidak sebanding dengan pemasukan PTAM Bandarmasih yang hanya berkisar diangka Rp 26 miliar setiap bulan.

Ia mengungkapkan untuk pembenahan berbagai infrastruktur dan pembenahan jaringan perpipaan PTAM saat ini membutuhkan pendanaan cukup besar berkisar 70 miliar.

Terkait dengan rangka upaya untuk peningkatan pelayanan sesuai tujuan perubahan badan hukum PDAM menjadi PT tersebut maka kami masih memerlukan tambahan penyertaan modal dari pihak pemko Banjarmasin, tutupnya.(nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya