Banjarmasin, KP – Berkurangnya suplai minyak goreng (migor) bersubsidi kemasan dengan merek Minyak Kita ke Kalimantan Selatan (Kalsel) berdampak dengan naiknya harga di pasaran. Di pasar tradisional dan kios-kios, Minyak Kita dijual antara Rp 15.000 hingga Rp 16.000 per liter.
Kondisi ini tak hanya terjadi di Kalsel, namun juga di 19 provinsi lainnya yang ada di Indonesia juga diketahui mengalami hal serupa.
Kenaikan harga Minyak Goreng Kita yang merupakan hak merk Kementerian Perdagangan RI ini, menurut pedagang sudah terjadi dalam sepekan belakangan.
“Sebelumnya, harga Minyak Kita kemasan sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp 14.000 per liter, tapi sekarang dijual antara Rp 15.000 sampai 16.000 per liternya. Sedangkan untuk minyak curah, dijual Rp 12.500 per liter,” ungkap Rahmi, salah seorang pedagang di kawasan Pasar Lama, Banjarmasin, Rabu (1/2).
Tak hanya naik, menurutnya distributor pun melakukan pembatasan untuk mendapatkan jatah Minyak Kita bagi para pedagang.
Meski mengalami kenaikan harga, ujar Rahmi, permintaan Minyak Kita masih cukup tinggi, namun tidak diiringi dengan stok di pasaran.
“Konsumen masih banyak yang membeli. Karena, selain lebih praktis Minyak Kita dalam kemasan ini dianggap lebih higienis,” tutur Rahmi.
“Kita membeli juga sudah di atas harga Rp 14.000, jadi kami juga menjual lebih tinggi supaya ada untungnya walaupun sedikit,” tambahnya.
Sementara, Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Birhasani, menjelaskan, kenaikan ini tak hanya terjadi di Kalsel saja, namun juga dialami oleh 19 provinsi lain di Indonesia. Hal ini terjadi lantaran para distributor mengalami kesulitan mendapatkan pasokan.
Berdasarkan laporan, kata Birhasani, industri minyak curah saat ini berfokus pada produksi minyak goreng curah dibandingkan dengan kemasan. Sehingga terjadi perlambatan dalam produksi.
“Jadi produsen minyak goreng curah ini bekerjasama dengan perusahaan kemasan untuk mengemasnya. Sehingga terjadi perlambatan pasokan minyak goreng curah tersebut.
Menurutnya, hal ini sudah dilaporkan ke pusat dan pemerintah akan segera melakukan rapat bersama terkait kenaikan harga Minyak Goreng Kita, bersama Kementerian Perdagangan dan para pelaku usaha. Sehingga, diharapkan pasokan minyak goreng dalam negeri akan segera normal dalam beberapa hari ke depan. (Opq//K-1)















