Oleh : Hamidah, S.Sos
SMP Negeri 13 Banjarmasin
Istilah Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan terjemahan social studies. Istilah ini digunakan di sekolah-sekolah Amerika. IPS dapat diartikan dengan “Penelaahan atau kajian tentang masyarakat”. Dalam mengkaji masyarakat, guru dapat melakukan kajian dari berbagai perspektif sosial, seperti kajian melalui pengajaran sejarah, geografi, ekonomi, sosiologi, antropologi, politik-pemerintahan dan aspek psikologi sosial yang disederhanakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dengan demikian, IPS bukan ilmu sosial dan pembelajaran IPS yang dilaksanakan baik pada pendidikan dasar maupun pada pendidikan tinggi tidak menekankan pada aspek teoritis keilmuannya, tetapi aspek praktis dalam mempelajari, menelaah, mengkaji gejala, dan masalah sosial masyarakat, yang bobot dan keluasannya disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing-masing sehingga tertanam sikap mental yang baik dalam bermasyarakat.
Penanaman sikap atau sikap mental yang baik melalui pembelajaran IPS, tidak dapat dilepaskan dari mengajarkan nilai dan sistem nilai yang berlaku di masyarakat. Dengan kata lain, strategi pengajaran nilai dan sistem nilai pada IPS bertujuan untuk membina dan mengembangkan sikap mental yang baik. Materi dan pokok bahasan pada pembelajaran IPS dengan menggunakan berbagai metode (multi method), digunakan untuk membina penghayatan, kesadaran, dan pemilikan nilai-nilai yang baik pada diri siswa. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Hamalik bahwa tujuan pembelajaran IPS berorientasi pada tingkah laku para siswa, yaitu: 1). Pengetahuan dan pemahaman; 2). Sikap hidup belajar; 3). Nilai-nilai sosial dan sikap; 4). Keterampilan.
Dengan terbinanya nilai-nilai secara baik dan terarah pada mereka, sikap mentalnya juga akan menjadi positif terhadap rangsangan dari lingkungannya, sehingga tingkah laku dan tindakannya tidak menyimpang dari nilai-nilai yang luhur. Penanaman nilai dan sikap pada pembelajaran IPS hendaknya dipersiapkan. Yang mana siswa akan lebih tertarik dalam pembelajaran IPS haruslah menggunakan strategi yang menarik dan metode yang bervariasi.
Pembelajaran IPS dilaksanakan dalam waktu yang terbatas, sehingga tidak mungkin dapat memperkenalkan seluruh nilai-nilai kehidupan manusia kepada siswa. Oleh karena itu strategi yang jitu sangat diharapkan dalam pembelajaran IPS ini. Strategi jitu yang perlu dilakukan, yaitu:
Memberikan Perhatian
Pembelajaran pada hakikatnya merupakan suatu proses penciptaan kondisi atau upaya mengorganisasikan lingkungan seseorang sehingga memungkinkan terciptanya perbuatan atau kondisi dari peserta didik. Untuk itu, guru harus berusaha menarik perhatian siswa untuk belajar. Perhatian merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi dalam kegiatan pembelajaran. Perhatian terhadap pembelajaran IPS akan timbul pada siswa apabila bahan pelajaran sesuai dengan kebutuhannya. Apabila bahan pelajaran itu dirasakan sebagai sesuatu yang dibutuhkan, diperlukan untuk belajar lebih lanjut atau diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, akan membangkitkan perhatian dan juga motivasi untuk mempelajarinya.
Pemberian Motivasi
Motivasi berasal dari kata motif, yang diartikan sebagai daya penggerak yang telah menjadi aktif. Pendapat lain juga mengatakan bahwa motivasi adalah keadaan dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan kegiatan untuk mencapai tujuan.
Uraian mengenai memberikan perhatian dan motivasi diatas, penulis menyimpulkan bahwa dalam memberikan perhatian dan memotivasi siswa dalam pembelajaran bisa didapatkan di dalam menerapkan strategi pembelajaran. Dikarenakan dalam menerapakan suatu strategi pembalajaran maka kegiatan memberikan perhatian dan motivasi sudah tercakup di dalamnya maka oleh karena itu guru haruslah tepat dalam memilih suatu strategi pembelajaran. Dalam tulisan ini penulis memaparkan satu strategi yang dapat digunakan dalam pembelajaran yang mana di dalamnya dapat mencakup pemberian perhatian dan motivasi; yaitu dengan strategi Critical Incident. Strategi Critical Incident yaitu suatu strategi yang digunakan oleh guru dengan maksud mengajak siswa untuk mengingat pengalaman yang pernah dijumpai atau dialmi sendiri kemudian dikaitkan dengan materi bahasan. Strategi Critical Incident diilhami dari masalah-masalah yang dijumpai dalam proses pembelajaran, kemudian para praktisi pendidikan mulai menggagas guna mengatasi masalah yang ada, maka di rumuskanlah strategi pembelajaran aktif, pembelajaran aktif itu sendiri berasal dari kata active dan learning yang artinya pembelajaran. Belajar aktif sangat diperlukan oleh peserta didik untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Ketika peserta didik pasif, ada kecenderungan untuk cepat melupakan apa yang telah diberikan. Belajar aktif adalah salah satu cara untuk mengikat informasi yang baru kemudian menyim- pannya dalam otak, agar otak dapat memproses informasi yang baik, maka akan membantu kalau terjadi proses refleksi secara internal. Ini ditegaskan kembali, jika peserta didik diajak untuk berdiskusi, menjawab pertanyaan, atau membuat pertanyaan, maka otak mereka akan bekerja lebih baik sehingga proses belajar mengajar dapat terjadi dengan lebih baik pula.
Kelebihan strategi Critical Incident (Pengalaman Penting) sesuai apa yang diungkapkan oleh Suwardi, bahwa untuk mengaktifkan siswa sejak dimulainya pembelajaran. Selain itu, strategi ini baik digunakan untuk tujuan Pembelajaran yang mengajarkan peserta didik untuk lebih berempati, strategi ini juga lebih baik digunakan untuk kelas dengan jumlah sedikit dan tidak terlalu banyak agar siswa tidak malu untuk mengungkapkan pengalamannya. Dengan adaya strategi ini, siswa akan merasa lebih diperhatikan dan meningkat motivasi belajarnya sehingga pada akhirnya akan menyelesaikan permasahalan yang ada dalam pembelajaran IPS yang selama ini menjadi “momok” bagi guru dan siswa.












