Diguyur Hujan, Jemaah tak Beranjak

Membludaknya jemaah membuat harus melakukan salat Isya dan tarawih ada di atas Jembatan Sulawesi

BANJARMASIN, KP – Jemaah yang mengikuti kegiatan keagamaan yakni Haul ke-3 KH Ahmad Zuhdianor atau Guru Zuhdi, membludak meski berhujan tak berajak ataupun surutkan dan sejumlah jalur macet, Kamis (30/3) malam.

Jemaah tetap antusias beribadah dengan kondisi baju yang basah.

Bahkan puluhan ribu jemaah rela berjalan dari kawasan DI Panjaitan maupun Andalas menuju Masjid Jami Sungai Jingah.

Kecameten pada malam itu terjadi di Jalan Sultan Adam tebus Malkon Temon.

Brigjen Hasan Basri (Kayu Tangi) dari depan Gedung Sultan Suriansyah.

TAK BERANJAK – Jemaa tak bernajak meski diguyur hujan, Kamis (30/3) malam. (KP/ Mardianto)

Kemudian simpang empat S Parman menuju Perintis ditutup total.

Kawasan Pasar Lama dari naik Jembatan juga ditutup

Jemaah terus berdatangan hingga usai salat Tarawih, dan banyak pula berdatangan sejak sore.

Yang datang awal ikut melaksanakan salat tarawih berjamaah di lokasi.

Hujan melanda, namun hanya sebentar dan ini tak menyurutkan para jemaah tetap mengikuti haul.

”Tak masalah berjalan jauh yang penting bisa ikuti kegiatan haul,” ucap Amat warga Kelayan Banjarmasin Selatan.

Berita Lainnya
1 dari 3,084

“Penutupan karena jemaah yang membludak di dalam area Kubah dan Mesjid Jami,” ucap seorang petugas.

Membludaknya jemaah membuat harus melakukan salat Isya dan tarawih ada di atas Jembatan Sulawesi.

Salah seorang jemaah asal Basirih, Banjarmasin Barat, Murliani mengatakan terpaksa salat di tengah jalan karena sudah tidak bisa lagi masuk ke area Mesjid Jami atau Kubah.

Jemaah tampak sambil memegang Yasin kecil, tetap duduk berdesakan dengan lainnya.

Sementara Ketua Yayasan Majta Banjarmasin, Muhammad Nidauddin mengatakan persiapan telah selesai dan menunggu pelaksanaan. 

“Alhamdulillah sudah rampung untuk segala halnya mulai dari persiapan tempat jemaah makan, parkir, hingga hal lainnya,” ucapnya.

Kelelahan

Sementara, kesibukan juga terjadi di posko relawan.

Petugas tidak hanya melakukan pertolongan kepada jemaah yang mengalami kelelahan, namun juga membantu menemukan orang tua dari anak yang terpisah.

Petugas mengamankan anak yang malang ini dan berkali-kali mengumumkannya melalui radio komunikasi.

Sementara, Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Sabana Atmojo, mengatakan untuk pengamanan acara haul menerjunkan 400 lebih personil pengamanan.

Personil berasal dari unsur polisi, TNI, Dinas Perhubungan dan Satpol PP.

Selain itu, personil pengamanan berasal dari relawan dan petugas barisan pemadam kebakaran. (mar/*/K-2)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya