Iklan
Iklan
KALTENGPalangka Raya

Maraknya Bullying, Dinas P3APPKB Gencar Sosialisasi Satuan Pendidikan

×

Maraknya Bullying, Dinas P3APPKB Gencar Sosialisasi Satuan Pendidikan

Sebarkan artikel ini

 Palangka Raya, KP – Maraknya aksi perundungan (bullying) yang tidak asing lagi dan tanpa disadari dapat terjadi disekitar dunia pendidikan. Karena itu dilakukan sosialisasi agar mengurangi hal itu.

Untuk itu pihak Dinas P3APPKB Kalteng gelar sosialisasi cegah hal itu terjadi dilingkungan sekolah-sekolah setingkat menengah atas, khususnya di SMK,-,8 di Palangka Raya, akhir pekan tadi.

Perundungan merupakan aktivitas yang tujuannya untuk melukai dan menyakiti seseorang dan dilakukan secara berulang-ulang.

Perundungan adalah perilaku negatif yang mengakibatkan seseorang dalam keadaan tidak nyaman/terluka secara fisik maupun psikologis yang juga dapat ditandai dengan munculnya ketidakseimbangan kekuasaan antara  pelaku dan korban.

Kepala Dinas P3APPKB Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden menjelaskan melalui sosialisasi yang dilakukan diharapkan dapat semakin mengedukasi untuk mencegah tindak kekerasan dalam bentuk perundungan dikalangan pelajar.

Dikemukakan, melalui kegiatan ini diharapkan semakin mengedukasi para pelajar tentang apa yang harus dilakukan agar tidak menjadi korban, bagaimana mengantisipasi agar tidak menjadi pelaku serta apa yang dapat dilakukan jika telah menjadi korban.

Ina berharap agar jangan ragu menyampaikan atau melaporkan jika menjadi korban perundungan.

“Jangan ragu menyampaikan kepada orang yang tepat , seperti guru ataupun tenaga profesional lainnya, jika telah menjadi korban agar segera mendapat pertolongan untuk meminimalisir dampak yang lebih buruk” pungkasnya.

Sebagaimana penomena yang sering terjadi saat ini, tidak jarang perilaku perundungan terjadi di kalangan remaja.

Tindakan perundungan di kalangan remaja yang kerap ditemui seperti mengancam, mengejek, menghina bahkan melakukan kekerasan antar sesama.

Perilaku perundungan bahkan bisa terjadi dimana saja, mulai dari keluarga, sekolah, hingga lingkungan sekitar

Dampak perundungan tidak bisa dianggap remeh. Sebab, perundungan bisa menganggu kesehatan mental remaja. Mereka yang menjadi korban perundungan akan merasa tidak percaya diri, rendah diri, stress, takut, depresi, prestasi menurun, hingga bunuh diri.

Dampak psikologis tersebut akan berpotensi mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Remaja yang menjadi korban perundungan bisa kehilangan semangat dalam melakukan aktivitas sehari.

Perilaku tersebut tentulah tidak terpuji, perundungan dapat terjadi sejak anak-anak dan berlanjut hingga remaja dan dewasa, baik secara langsung atau online, terlebih di era digitalisasi saat ini, melalui pemanfaatan media sosial yang tidak bijak.

Seluruh elemen masyarakat dan stakeholders harus peduli dan ambil bagian dalam menghentikan perundungan ini, sebagaimana yang dilakukan secara aktif oleh Dinas P3APPKB Provinsi Kalimantan Tengah.

Pada kegiatan soialisasi tersebut menghadirkan nara sumber dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Polda Kalimantan Tengah dan Himpunan Psikologi Indonesia Wilayah Kalimantan Tengah.(drt/KPO-1)