Martapura, KP – Grand Final Festival Becatuk Dauh yang digelar Pemkab Banjar melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Selasa (11/4) malam, menorehkan prestasi bagi Grup Baitul Huda asal Desa Pekauman, Kecamatan Martapura Timur yang keluar sebagai juara.
Muhammad Yusuf dari grup Baitul Huda mengatakan, menghadapi festival ini timnya melakukan persiapan matang sekitar satu bulan. Ini dilakukan guna maksimalnya penampilan diatas panggung untuk terus mempertahankan piala bergilir yang sudah diraih dua kali, 2014 dan 2019.
”Kami berharap kedepan festival bacatuk dauh ini semakin dikembangkan, terutama untuk kategori lombanya. Semoga ada kategori umum maupun pelajar nanti,” harapnya.
Salah satu juri Abdurrahman mengatakan, semua finalis tampil bagus, namun tiap lomba pasti ada pemenangnya dengan segala penilaian dilakukan. Penilaian meliputi pukulan 50 persen, vocal dan busana masing-masing 25 persen.
”Yang paling dominan adalah pukulan bedug, bukan vokalnya, walaupun ini juga mendukung,” ungkap Abdurrahman, juri di bidang aransemen dan pukulan.
Pemenang lainnya, Terbaik II Al Munir asal Tunggul Irang Seberang, Terbaik III Al Banjari asal Murung Kenanga, Harapan I Islahul Ummah asal Murung Keraton, Harapan II Syabab Islahul Ummah asal Murung Keraton, Harapan III Al Ishlah asal Air Santri Murung Kenanga.
Kemudian Juara Favorit Arraudah Senior asal Teluk Selong Ilir, Busana Terbaik Darul Muflihin asal Karangan Putih dan Pelestari Annadhir Junior asal Murung Kenanga. (Wan/K-3)















