Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
BanjarmasinTRI BANJAR

Dispersip Kalsel Bina 50 Pengelola Perpustakaan Sekolah di Banjarbaru

×

Dispersip Kalsel Bina 50 Pengelola Perpustakaan Sekolah di Banjarbaru

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2023 05 22 at 02.10.42

BANJARMASIN, kalimantanpost.com – Sebanyak 50 Pengelola Perpustakaan Sekolah se-Kota Banjarbaru Ikut Pembinaan dari Dispersip Kalsel
DISPERSIP KALSEL

B- Tim dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan ( Dispersip Kalsel) menggelar pelatihan dan pembinaan, Rabu (17/5/2023).
Sedangkan pesertanya adalah pengelola perpustakaan sekolah se-Kota Banjarbaru, sebanyak 50 orang.

Kalimantan Post

Tempat kegiatan ini di ruang studio mini Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Darpusda) Kota Banjarbaru.

Disampaikan Kabid Pelayanan dan Pembinaan Perpustakaan Dispersip Kalsel, Wildan Akhyar, melalui Subkoordinator Pembinaan Perpustakaan, Arbayah, tujuan kegiatan untuk membina pustakawan.

Utamanya, agar mereka memiliki ilmu pengetahuan, keterampilan, kecakapan dan keahlian dalam mengelola perpustakaan di sekolah.

“Kami memberikan pembinaan kepada puluhan petugas pengelola perpustakaan SD dan SMP. Kami memberikan bekal tambahan pengetahuan untuk mengelola perpustakaan,” ucapnya.

Pihaknya juga menginginkan bahwa dari kegiatan ini dapat mewujudkan pengelolaan perpustakaan yang berkualitas, lebih bagus, sesuai standar, hingga dapat terakreditasi
“Kalau perpustakaan bagus, siswa akan senang berkunjung, otomatis minat baca siswa akan meningkat dan pengetahuan pun lebih luas,” tambahnya.

Terdapat enam poin standar yang harus diketahui pengelola perpustaakan sekolah, yakni koleksi, sarana dan prasarana, pelayanan, tenaga pustakawan, penyelenggaraan dan pengelolaan.

“Dengan hal ini tentu bisa meningkatkan literasi masyarakat di Kalimantan Selatan dan meningkatkan kegemaran membaca,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Darpusda Banjarbaru, M Nahwani, mengatakan, para peserta dapat belajar kembali mengenai mengolah bahan pustaka atau mengelola perpustakaan.

“Karena, fungsi pengolahan bahan pustaka sejatinya untuk memudahkan. Dengan adanya perpustakaan yang sudah maksimal, dapat mencerdaskan serta memberikan informasi banyak dan baik kepada masyarakat,” ucapnya. (Nau/KPO-1)

Baca Juga :  Fidyah Baznas Rp 65.000, Tepatkah?
Iklan
Iklan