Iklan
Iklan
Iklan
OPINI PUBLIK

Membangun Komunikasi Politik Dengan Sosial Media

×

Membangun Komunikasi Politik Dengan Sosial Media

Sebarkan artikel ini

Oleh : M Sarif
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Di era digital saat ini, sosial media telah menjadi platform yang sangat efektif untuk membangun komunikasi politik. secara umum komunikasi politik merupakan penyampain pesan politik baik itu secara tertulis maupun secara lisan yang bertujuan untuk mempengaruhi opini publik. Sosial media telah memberikan kemampuan kepada politisi dan partai politik untuk menjangkau khalayak yang lebih luas dengan biaya yang relatif lebih murah. Mereka dapat mengirim pesan politik mereka secara langsung ke pengguna dengan menggunakan platform media sosial. Salah satu keuntungan utama dari sosial media sebagai platform komunikasi politik adalah kemampuannya untuk membangun komunitas yang kuat di sekitar kandidat atau partai politik. Sosial media juga memungkinkan penggemar dan pendukung politik untuk berinteraksi satu sama lain dan dengan kandidat atau partai politik yang mereka dukung. Ini dapat membantu meningkatkan loyalitas dan dukungan yang dimiliki kandidat atau partai politik. Hal ini karna media sosial merupakan salah satu strategi politik yang dapat memberikan informasi kegiatan politik dan juga untuk memperoleh dukungan publik. Selain itu, sosial media juga memungkinkan pemimpin politik untuk mengumpulkan umpan balik dan tanggapan dari masyarakat, sehingga dapat mengetahui pandangan mereka tentang berbagai isu politik. Dengan demikian, pemimpin politik dapat lebih memahami kebutuhan dan keinginan masyarakat, serta dapat menyesuaikan kampanye politik mereka sesuai dengan hal tersebut.

Meskipun dengan akses penyampaian informasi yang sangat mudah didapatkan adapun beberapa oknum yang membuat berita yang mencurigakan untuk mempengaruhi opini publik denga isu–isu tertentu serta kemunculan akun tanpa identitas yang jelas yang mulai marak di beberapa platform media sosial. Salah satunya adalah risiko informasi yang salah atau tidak valid yang dapat menyebar dengan cepat di media sosial. Media sosial merupakan salah flatform yang sangat rentan dan sering digunakan sebagai media penyebaran berita palsu. Banyaknya pengguna aktif media sosial di Indonesia ini memberikan kemudahan bagi para penyebar palsu dalam menjalankan aksinya. Selain itu pengawasan di media sosial juga tidak terlalu ketat yang mengakibatkan para oknum penyebar berita palsu bebas dalam menyebarkan arksinya, sehingga berita apapun yang di bagikan dapat tersebar dengan mudahnya. tak jarang ditemukan berita palsu atau hoax yang menyesatkan para pengguna media sosial, hal ini dibuktikan bahwa 52,5% para pengguna media sosial sering menemukan berita palsu yang beredar di media sosial yang mana berita palsu tersebut memberikan sebuah narasi yang bisa menyebabkan terjadinya perpecahan antar individu. Karena itu perlunya pengawasan pada konten atau berita hoax yang beredar di media sosial serta perlu ada peran pengguna untuk melaporkan berita palsu melalui fitur yang bisa ditemukan pada media sosial yang digunakan atau bisa juga melaporkan konten tersebut kepihak berwajib agar berita palsu di media sosial bisa diminimalisir peredarannya. Adapun Tindakan yang bisa dilakukan utuk memvalidasi berita palsu atau tidak diantaranya :

Baca Juga:  Tayangan TV Masih Minim Kualitas

1. Berhati–hati dengan judul yang provokatif, jika menemukan judul berita yang sifatnya menghasut atau judul yang bisa menimbulkan kemarahan akan lebih baik untuk mencari referensi berita serupa dari situs resmi supaya memperoleh kesimpulan yang berimbang;

2. Periksa fakta, perhatikan dari mana berita berasal dan siapa sumbernya? Apakah dari institusi resmi seperti KPK atau Polri. Jika informasi itu dari pegiat ormas,


tokoh politik atau pengamat sebaiknya jangan cepatt percaya, perhatikan keberimbangan sumber berita; 3. Ikut serta dalam diskusi anti hoax, di facebook terdapat sejumlah grup diskusi anti hoax seperti salah satunya Forum Anti Fitnah, Hasut dan Hoax (FAFHH).

Dalam perkembangan media sosial yang pesat telah merubah cara orang dalam berbagi informasi. Diantara banyaknya jenis media sosial ada beberapa yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia seperti Youtube, Facebook, Instagram, dan Twitter. Karena orang–orang menggunakan sosial media sebagai wadah untuk mendapatkan berita, hiburan dan untuk berinteraksi antar individu. Hal ini menjadi peluang bagi partai politik untuk melaksanakan kampanye digital untuk memperkuat hubungan antara pimpinan politik dengan masyarakat. Berdasarkan hasil kuesioner yang diperoleh sekitar 40 persen setuju bahwa sosial media memiliki peran penting dalam menyebarkan informasi tentang politik. Hal ini dapat membantu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan dan dapat memperkuat integrasi politisi. Selain itu juga komunikasi politik melalui media sosial juga lebih mudah diakses dari pada media tradisional karna dengan menggunakan media sosial dapat memungkinkan pemimpin politik untuk menjangkau khalayak yang lebih luas dengan cepat dan mudah. Dalam beberapa kasus, pesan yang disampaikan oleh pemimpin politik di media sosial bahkan dapat menjadi viral dan mencapai jutaan orang. Meskipun begitu 40 persen para pengguna jarang mengikuti atau terlibat dalam diskusi media sosial tentang isu–isu sosial atau politik, padahal dengan ikut serta dalam diskusi di media sosial dapat membantu mempengaruhi kebijakan pemerintah atau organisasi yang terkait dengan isu – isu sosial atau politik tertentu. Melalui media sosial kita dapat memperjuangkan kepentingan kita dan membantu memengaruhi perubahan positif.

Baca Juga:  Ikhlas Kunci Ibadah

Dalam pernyataan diatas diketuhui bahwa media sosial merupakan platform yang efektik untuk membangun komunikasi politik secara umum. Hal ini karna selain biaya yang relatif lebih murah dari pada menggunakan media tradisional, melalui media sosial juga para politisi dan partai politik bisa menyampaikan pesan pilitik mereka secara langsung ke pengguna sosial media dan juga dapat membangun komunitas yang kuat disekitar kadidat atau partai politik. Melalui media sosial juga para pengguna media sosial bisa ikut serta dalam diskusi dapat memperjuangkan kepentingan dan membantu memengaruhi perubahan positif. meskipun begitu Adapun sisi negatif dari media sosial yang bisa memicu kesalahpahaman publik yaitu penyebaran berita palsu. Hal ini sangat berbahaya bagi masyarakat karna dengan adanya berita palsu yang bertebaran di media sosial dapat memicu reaksi public yang bisa mengacu pada tindak kriminal yang bisa merugikan antar individu maupun negara. Agar tidak termakan berita palsu yang beredar maka ada beberapa halyang bisa dilakukan, diantaranya berhati–hati dengan informasi yang sifatnya mengadudombakan suatu masalah, periksa kebenaran berita yang dibawakan usahakan cari referensi informasi dari instansi resmi dan ikut serta dalam diskusi anti hoax melalui grup atau instansi yang ada dimedia sosial. Oleh karena itu, harus lebih berhati–hati dengan berita palsu dan harus bijaksana dalam menggunakan media sosial.

Iklan
Iklan