Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Opini

Pendayagunaan Teknologi AI dan Pemusnahan Manusia

×

Pendayagunaan Teknologi AI dan Pemusnahan Manusia

Sebarkan artikel ini

Oleh : Sabarnuddin
Mahasiswa Sejarah Universitas Negeri Padang

Konsep Artificial Intelligence(AI)diperkenalkan pertama kali oleh John McCarthy pada tahun 1956. AI memiliki beberapa jenis diantaranya machine learning, deep learning, natural leanguage processing, dan computer vision. Pada setiap AI memiliki fokus yang berbeda dari jenis lainnya dan dalam aplikasi yang berbeda pula. Efek dari penggunaan teknologi AI yang sekarang sedang banyak kita manfaatkan ialah seperti; Chatbot, pengenalan wajah, asisten virtual, dan mobil otonom yan banyak digunakan dalam bidang industri, manufaktur, keuangan, dan kesehatan. Sebagai efesiensi kerja dan kualitas hasil AI membantu kegiatan di masyarakat dalam beberapa sektor yakni, pertanian, kelautan, transportasi, pemasaran. Dan energi.

Kalimantan Post

Dalam bidang keilmuan yang saat ini sedang gencar dibahas ialah ChatGPT, yang diluncurkan pada 20 November 2022. Teknologi yang di pimpin oleh CEO Sam Altman ini memiliki misi memajukan kecerdasan digital dengan cara yang menguntungkan umat manusia secara keseluruhan. Hal ini terlihat dari yang dihasilkan oleh AI mengungguli manusia dalam pekerjaan yang paling berharga secara ekonomi, bermanfaat bagi seluruh manusia. Jika ditinjau lebih dalam menarik untuk diperhatikan motif dan keuntungan yang di bangun oleh AI. Ada banyak spekulasi yang berkembang di masyarakat mengenai AI namun bisa ditarik pemahaman bahwa AI diluncurkan untuk mengggantikan peran manusia di bumi dengan terus menggalakkan fitur yang ada di dalamnya. Semua hal yang dikerjakan manusia hari ini bisa juga dilakukan oleh AI, ini sangat mengkhawatirkan keberlangsungan manusia masa mendatang. Bukan hal yang mustahil manusia lenyap oleh peradaban robot yang di komandoi oleh AI dan sisa- sisa peradaban manusia hanya tinggal cerita Penciptaan AI diketahui memiliki empat komponen, yakni basis pengetahuan, basis data, antar muka pemakai, mesin inferensi. Dengan empat hal tersebut AI menjalankan tugas tidak akan mengalami kesulitan sebab ia memilki data yang akurat, alat yang sesuai dan pengetahuan yang lengkap. Empat hal di atas merupakan penyempurna yang juga dimiliki manusia namun tidak sempurna. Ada beberapa kelompok manusia yang hanya memiliki pengetahuan namun tidak mempunyai basis data yang lengkap begitupun dengan mesin inferensi yang memungkin AI bekerja maksimal tanpa ada gangguan.

Mengatur Manusia

Bukan hal baru bila ada banyak hal aneh yang saat ini bermunculan ke permukaan, hal ini disebabkan oleh rencana dari elite global yang ingin menjadi raja atau pusat dalam mengawasi dan mengatur jalannya kehidupan di muka bumi. Percaya atau tidak sampai detik ini ada kejadian aneh yang rasanya sulit untuk dipercaya seara alar namun benar terjadi ialah diantaranya, pandemi Covid 19 yang sudah di ramal sejak tahun 90’ an dalam serial film, virus ebola yang menyerang afrika juga diyakini buatan oleh para elite. Dan banyak perkara yang terjadi sekilas dan hanya para pakar intelijen dan sains yang mampu mengungkap fakta di balik itu semua. Ini seperti perkara lucu hamun ini benar adanya akan hadir suatu masa manusia hanya mampu berdiam diri melihat semua hal terjadi begitu saja sebab sudah terkontaminasi oleh teknologi AI seluruhnya. Mengungkap fakta-fakta dibalik ini semua butuh proses dan pasti akan muncul di permukaan semua hal yang dirahasiakan yang akan membuat tecengang semua pihak yang tidak menyakini akan hal ini.

Baca Juga :  IBRAH

Kemajuan Ilmu dan Peradaban

Hal yang menjadi keharusan dalam kehidupan ini kemajuan, bila terlihat kemunduran dalam kehidupan manusia maka keberlangsungan manusia patut dipertanyakan perannya. Namun ada hal yang lebih membahayakan dari hal tersebut, yakni keberlangsungan manusia terancam yang akan segera di gantikan oleh teknologi AI. Dengan majuanya zaman manusia patut berbangga memiliki era yang canggih dan mampu menembus dimensi ruang dan waktu seperti yang disampaikan oleh Elon Musk(CEO Twitter dan Penggerak Kemajuan Manusia Berpindah ke Planet Lain). Dalam suatu kesempatan Ia mengatakan bahwa tak akan lama lagi manusia tidak akan kesulitan berpindah dari suatu tempat ke tempat lain karena tidak akan ada batas ruang dan waktu bagi manusia di bumi. Semua bisa terjadi dalam sekejap dan akan ada banyak perubahan yang terjadi utamanya manusia akan menjelajahi ruang angkasa dan akan bertempat tinggal disana layaknya kehidupan di bumi. Ini terdengar seperti ide gila namun terus di gali informasi dan upaya-upaya untuk segera mendaratkan manusia di planet lain karena melihat perkembangan kehidupan di bumi akan segera berakhir karena kerusakan alamnya.

Bagi kaum intelektual tentu ini menjadi angin segar dan menjadi kebanggaan akan banyak penelitian dan temuan yang di dapatkan, namun lain halnya dengan simpang siur yang terjadi di masyarakat yang tidak memahami ide dari penjelajahan ruang angkasa ini. pada hakekatnya sebagai semua berita yang beredar juga sengaja di sebarluaskan baik yang valid maupun yang hoaks, demi untuk melancar misi kelompok tertentu. Menariknya pemerintah yang mempunyai kelengkapan berbagai alat dan instansi tidak mampu membendung berita hoaks yang semakin menjerumuskan masyarakat terlebih mengenai teknologi yang sangat fatal akibatnya jika tidak segera dilakukan penanganan yang serius.

Baca Juga :  Banjir Banua: Masalah Alam atau Salah Kelola Kebijakan?

Evaluasi Berinovasi

Hingga saat ini terus dilakukan upaya untuk mempelajari perihal apa-apa yang perlu diwaspadai dan kuntungan yang bisa didapatkan dengan memnafaatkan teknologi AI. Para saintis dan pemegang kenijakan harus memahami hal ini secara mendalam sebab bila mereka tidak memahami bahkan larut dalam isu-isu dalam negeri sekarang akan termakan oleh efek halus yang dimainkan oleh AI secara diam diam untuk mengahabisi negara dari segala penjuru. Bukan hal yang mustahil menguasai negara waktu sekejap, namun bukan itu yang menjadi fokus merekadan meskipun demikian kita harus waspada ada banyak ancaman yang sewaktu waktu bisa terjadi karena akan ancaman perang teknologi mutakhir lebih dahsyat dan efeknya sangat menghancurkan negara bahkan benua bila diingiankan itu terjadi.

Sebagai akhir dari pemaparan mengenai perkembangan AI dan ancaman kemusnaham manusia ialah, teknologi AI terus bekerja hingga saat ini dan memanfaat kan situasi yang tengah terjadi. Semua data yang dalam media dan internet akan dengan cepat di salin dan dimanfaatkan untuk segera dibaca dan dianalisis. Bila tidak dengan cepat respon kita memahami situasi saat ini akan dengan cepat masa kehancuran kita tiba, ekspresi kemaraham Robot AI terlihat di beberapa media mengahancurkan orang-orang di sekitarnya deng brutal dan ini bukan kali pertama Robot Ai melawan manusia. Ada banyak kejadian di US kebrutalan robot AI mengahancurkan semua hal disekitarnya. Besar harapan semua kemajuan dan kehebatan tekonogi saat ini menghantarkan pada kemudahan beraktivitas bukan justru sebaliknya yang sangat tidak diinginkan oleh umat manusia. Tindakan telah terbaca dan terkoneksi langsung oleh sistem mereka, oleh karenanya dengan mudahnya mereka memperagakan semua kegiatan manusia yang notabene merupakan pekerjaan manusia. Pengaruh teknologi yang tidak dibarengi dengan kehati-hatian membuat perubahan baru akan berdampak buruk bagi khalayak ramai.

Iklan
Iklan