Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kabar BanuaTabalong

25 Tahun Menanti, RSUD-HBK dan KS2 Tabalong
Wujudkan Kaki Palsu Norliana

×

25 Tahun Menanti, RSUD-HBK dan KS2 Tabalong<br>Wujudkan Kaki Palsu Norliana

Sebarkan artikel ini
IMG 20230716 WA0003
Norliana (42) saat menerima kaki palsu dari kolaborasi RSUD H Badaruddin Kasim (RSUDHBK) dan Komunitas Sayangi Sesama (KS2) Tabalong, pada Sabtu, (15/7/2023). (kalimantanpost.com/Ros)

TANJUNG, kalimantanpost.com- Wajah Norliana (42) terlihat sumringah. Sebab mimpinya memiliki kaki palsu selama 25 tahun akhirnya terwujud setelah ibu satu anak menerima kaki palsu dari kolaborasi RSUD H Badaruddin Kasim (RSUDHBK) dan Komunitas Sayangi Sesama (KS2) Tabalong, pada Sabtu, (15/7/2023).

“Saya senang dan bahagia hari ini dapat kaki palsu secara cuma-cuma. Saya akan melatih lagi kaki kiri yang puluhan tahun sudah tak pernah dijalankan secara normal,” ujar Norliana.

Kalimantan Post

Kepala Seksi Keperawatan dan Kebidanan Rawat Jalan RSUDHBK Siti Hotijah didampingi Ketua KS2, Erlina Effendi Ilas menyerahkan kaki palsu itu langsung kepada Norliana di rumah sakit tersebut.

Diantar keluarga, Norliana diberikan latihan cara memasang kaki palsu tersebut hingga melakukan perawatan mandiri di rumah. Seorang petugas rumah sakit mengajari Norliana hingga melatihnya berjalan langkah demi langkah.

Siti Hotijah, berharap Norliana akan cepat beradaptasi dengan kaki palsunya, sehingga dapat memberikan manfaat dalam kehidupannya.

“Ibu Norliana, semoga kaki palsu ini bermanfaat buat ibu dalam menjalani aktivitas nya ya,” ujar Situ Hotijah

Norliana kehilangan kaki kirinya setelah terlindas sebuah mobil pick up ketika sedang berkendara roda dua tahun 1999 lalu. Dokter terpaksa mengamputasi kakinya yang sempat membusuk karena Norliana belum siap diamputasi.

“Waktu itu dalam benak saya kalau diamputasi apakah saya punya kesempatan bersuami. Di pikiran saya macam-macam tak karuan. Saya syock,” jelas Norliana di Sekretariat KS2 di Maburai.

Kekhawatirannya itu tak terbukti. Setelah empat tahun dari kejadian, dirinya dilamar oleh seorang laki-laki dan dikarunia seorang anak. Kekurangannya secara fisik bukan penghalangnya dari persoalan jodoh hingga saat ini dia beroleh beberapa orang anak.

Ketua KS2 Tabalong, Erlina Effendi Ilas mengatakan Norliana adalah seorang ibu yang tangguh. Walau kehilangan satu kaki, dia dapat menjadi andalan keluarga dalam membantu suaminya mencari nafkah.

Baca Juga :  Tekan Pelanggaran Lalin, Tabalong Fungsikan 4 Titik ETLE

“Dia pernah jualan macam – macam di pasar Tanjung dengan satu kaki. Tadi dia juga berniat hendak membuat makanan ringan dan dititipkan ke warung – warung setelah dia mampu beradaptasi dengan kaki palsunya,” beber aktivis perempuan ini.

Penyerahan kaki palsu tersebut juga disaksikan oleh Kabid Keperawatan dan Kebidanan Rawat Jalan rumah sakit setempat, Hamrani dan pembina KS2 Tabalong, Kadarisman.(Ros/KPO-3)

Iklan
Iklan