Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
BanjarbaruTRI BANJAR

Banjarbaru Terancam Karhutla Terparah

×

Banjarbaru Terancam Karhutla Terparah

Sebarkan artikel ini
hal10 3klmbjb1 3
RAKOR KARHUTLA – Wakil Walikota Banjarbaru Wartono mendampingi Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dan Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor pada Rakor Karhutla, kemarin. (KP/devi)

Banjarbaru, KP – Kota Banjarbaru menjadi daerah paling parah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 163,73 hektare, disusul Kabupaten Tanah Laut seluas 120,33 hektare.

Hal tersebut berdasarkan data Karhutla di Kalsel per 22 Juni 2023 mencatat 3.281 titik api dengan luasan terbakar 425,381 hektare, dengan dua daerah yang paling parah terdampak, yakni Kota Banjarbaru dan Kabupaten Tanah Laut.

Kalimantan Post

Untuk menindaklanjuti kondisi tersebut Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto dan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor dan Wakil Wali Kota Banjarbaru Wartono membahas beberapa poin, diantaranya melakukan pembinaan masyarakat untuk berpartisipasi dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

Kemudian mengefektifkan upaya penegakan hukum pidana terkait kebakaran hutan dan lahan, serta menjatuhkan sanksi maksimum berdasarkan perundang-undangan atas pelanggaran pembakaran hutan dan lahan.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyatakan, dari 13 Kabupaten/Kota di Kalsel, terdapat empat daerah dengan jumlah hotspot lebih dari 100 titik, yakni Kabupaten Tanah Laut memiliki 413 titik api.

“Keadaan ini diperparah badai El nino di Indonesia, termasuk di Kalsel, sehingga menyebabkan luasan karhutla,” katanya, dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Karhutla, kemarin.

Wakil Wali Kota Banjarbaru Wartono mengatakan, akan mengikuti seluruh arahan Presiden Joko Widodo dengan segera melakukan upaya pencegahan, cari solusi permanen agar tidak ada yang membuka lahan dengan cara membakar hingga jangan biarkan api membesar harus tanggap dan jangan sampai terlambat.

“Kota Banjarbaru sendiri memilliki titik siaga, yaitu daerah sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor yang merupakan hostpot ring satu dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan” ujar Wartono. (dev/K-7)

Baca Juga :  Sekda Banjarbaru Tekankan Efisiensi dan Manfaat Langsung bagi Masyarakat
Iklan
Iklan